![]() |
carlaaudina.com |
Saya agak kecewa terhadap bu guru dan pak guru.
.karena hasil raport yg saya terima tdak pernah kongkrit,dn tdk pernah benar
ktka d trima oleh murid,hal ini membuat saya berpikir bhwa usaha murid untk
blajar tdak d hargai olh guru yg mberikan nilai asal2n. .
#mohon untuk kasus ini sgra di tndak lanjuti,karna kami pihak murid merasa d rugikan.
#mohon untuk kasus ini sgra di tndak lanjuti,karna kami pihak murid merasa d rugikan.
pernyataan ini ditulis di grup sekolah dan di amini
oleh banyak anak-anak yang lain, ketika saya minta contoh spesifik beberapa
anak menjawab :




.nilai PKn saya alhmdulillah gag prnh d bwah 8
.tp msok d raport nlai.ny 7 ?


wedi bget pokok.e aku buk. .
jawaban saya
saat itu..
hidup itu bergantungnya cuma sama Allah bukan
sama angka raport picisan seperti itu---masa depanmu sebetulnya lebih
ditentukan dengan attitude eh perilaku mu, sekarang ini orang cari kerja, yang dilihat pertama kali adalah perilakunya, jujur nggak, loyal nggak?
sungguh2 nggak. BUKAN ANGKA RAPORT. Dokter, pengusaha, guru, bengkel, salon, pemilik rumah makan,
segala profesi, akan berhasil karena
jujur dan bersungguh-sungguh dalam
bekerjanya--bukan angka raport lagi.
Masalah UN-- gak perlu kuatir n takut sama UN anak-anak baik seperti dirimu dan kalian semua asal bersungguh-sungguh pasti dikasih kemudahan JUST DO YOUR BEST LILAHITA'ALLA--UN PIECE OF CAKE..SEMANGAATT!!...(^.^)/
Masalah UN-- gak perlu kuatir n takut sama UN anak-anak baik seperti dirimu dan kalian semua asal bersungguh-sungguh pasti dikasih kemudahan JUST DO YOUR BEST LILAHITA'ALLA--UN PIECE OF CAKE..SEMANGAATT!!...(^.^)
ditengah
keprihatinan saya seorang teman menulis :
Menurut teman
ini lagi


Saya kemudian
browsing melihat bagaimana evaluasi di Finlandia sebagai negara dengan sistem
pendidikan terbaik di dunia, apakah mereka masih menekankan pada angka raport
dan peringkat?
Ternyata tidak, siswa di Finland tidak lagi mengejar angka dan
peringkat selama menjalani pendidikan wajib dasar 9 tahun, namun mengejar
pemahaman dan penerapan ilmu yang diberikan sesuai dengan kurikulum pendidikan
dasar nasional. Sistem peringkat (ranking), baik peringkat siswa maupun
peringkat sekolah (sekolah favorit atau non-favorit), serta sistem evaluasi
ujian nasional untuk kenaikan kelas di tiap jenjang pendidikan wajib dasar
nasional 9 tahun dihapus. Pendidikan dasar difokuskan pada upaya pembentukan
karakter dan kapasitas dari setiap murid.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata
Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab
mereka akan bekeja lebih bebas.Guru tidak harus selalu mengontrol mereka. Siswa
didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri
informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari
sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita
tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar
dengan metode ceramah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya
terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan
suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
http://ruangpikir.multiply.com/journal/item/92?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
http://ruangpikir.multiply.com/journal/item/92?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
Pernyataan-pernyataan
ini, membuat saya berpikir lagi, membuat strategi lagi, agar anak-anak (baca:
murid-murid) saya tidak lagi dipusingkan dengan peringkat dan angka rapor, juga
ketakutannya dengan masa depan karena angka rapor—esensi pendidikan yang sudah
terberangus dan ternoda oleh angka dan peringkat ini mesti segera di perbaiki. Sudah
tidak jamannya lagi menakut-nakuti mereka dengan angka rapor, anak-anak itu
adalah anak-anak cerdas, pemahaman mendalam akan sesuatu sesuai kebutuhan
adalah kuncinya.
Semangaatt!!...(^.^)/..
Semangaatt!!...(^.^)/..
Bu amel 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
BalasHapus