Thanks to visit..(^.^)/..

Senin, 18 Juni 2018

Lebaran = Silaturahim = Mengenal Leluhur dan Tetralogi Buru

Tetralogi Buru, yang Anak Semua Bangsa saya sampul -
kebiasaan kalo lagi baca buku saya nggak suka dikepoin :D
Saat ini saya sudah memasuki buku ke 2 Anak Semua Bangsa dari 4 Tetralogi Buru milik Pram, duluu bacanya pas kuliah dan potokopian pula, dapetnya juga gerilya, pas kuliah itu kurleb 20 - 25 tahun yang lalu. Alhamdulillah saat ini buku buku Pram sudah dicetak ulang dan gampang diperoleh, eeh juga buanyak buku sastra yang lain - bikin ngiler kalo ke toko buku.

Apa hubungannya sama lebaran ya hahaha
Keluarga dari ibu, kumpul lebaran dua tahun sekali, pertimbangannya, anak cucu bisa berlebaran ke keluarga pasangan di tahun yang lain. Tahun ini giliran di keluarga ibu, seperti biasa para budhe dan pakdhe akan cerita siapa leluhur kami.

Nah kami diingatkan lagi, bahwa kakek buyut kami adalah Raden Panji Adikusumo (Asisten Wedana Bunder Jombang), bin Raden Panji Djayusman Gondokusumo (Patih Mojokerto)+ R Ay Sumarsih binti RP.Ongkowidjoyo (Colleteur Lamongan), bin bin RP Sungkono Gondokusumo, bin Raden Adipati Panji TJOKRONEGORO III / R.Panji GONDOKUSUMO, Bupati Probolinggo 1831-1839, bin Raden Adipati TJOKRONEGORO II / R Panji NOTOKUSUMO(Bupati Kasepuhan Surabaya 1785-1818), bin R Panji DJAYENGRONO / Raden Panji TJOKRONEGORO (Bupati Surabaya 1758), bin Kyai ONGGOWIDJOYO / Kyai Tumenggung DJIMAT TJONDRONEGORO (Bupati Kasepuhan Surabaya 1752-1763), bin Kyai Tumenggung HONGGODJOYO (Bupati kasepuhan Surabaya), bin PANGERAN LANANG DANGIRAN / KI AGENG BRONDONG. Ini alur yang dari mbah Putri Raden Ay Liek Koessabandinah panjang yaaa - kalau mbah Putri kelahiran tahun 1920, berarti kakek buyut saya menjabat di Jombang sekitar tahun itu kan ya..

Nah yang dari mbah kakung Raden Ismoekadinoto, memiliki ayah Raden Sadikin Adiwinoto (Asisten Wedana Polisi - Surabaya) dan ibu Raden Ay Istijati putri dari Keluarga Kyai Ageng Kasan Besari (Kyai Ageng Tegalsari I, Th.1760 s/d Kanjeng Lider Raden Mas Tjokronegoro I, Bupati Ponorogo 1811-1900. Panjang yaaa..

Silsilah ini ada di Rodovid, ditulis oleh Dr. Ismoe Soekamto Suwelo, M.Sc pakdhe kami.
sumber : http://id.rodovid.org/wk/Orang:740693 ini ibu saya..

Rabu, 23 Mei 2018

Permendikbud 20 - 24 Tahun 2016

Gara gara pertanyaan Irma Nugraha yang banyak banget tadi pagi via WA- 
KTSP itu artinya kita bisa buat kurikulum sendiri? Kenapa ada KD? Seluas apa kita boleh bergerak dan memilih dalam batasan KD yang diwajibkan? Bagaimana dengan UN? juga SBMPTN dan SIMAK? - jadi inget punya PR ngrampungin tulisan tentang permendikbud 21 - 24 tahun 2016.

Sudah lama pingin bedahnya, gara garanya saya diminta untuk berbagi di pelatihan guru yang panitiannya minta disesuaikan dengan permendikbud nomor 21 22 tahun 2016, tentang standard isi dan standard proses. Betul sekali kata Prof Muchlas Samani, kalau tidak semua guru membaca dan memahami secara utuh kurikulum 2013 - paling banter cuma pas silabusnya aja - *ngacung saya juga *tutupmuka


Gara gara itulah saya terus baca permendikbud no 20 21 22 23 sampai 24 tahun 2016 dan tambah sukak deh sama kemendikbud - mohon maaf saya suka nyalahin kurikulum - ternyata pelaksanaan saja yang gak semua sesuai permendikbud.

Di pelatihan pelatihan biasanya kita hanya belajar format lessonplan terbaru, belajar teknis cara penilaian, bukan filosofi dibalik semuanya, bukan memahami permendibud secara utuh.

Sepulang dari Finland kemarin, saya lebih concern tentang core curricullum mereka yang membahas tentang transveral competencies sebagai bekal anak bangsanya menghadapi abad 21. Pas searching ternyata transveral ini udah dibahas di level UNESCO lengkap, sampai guru yang seperti apa, yang dibutuhkan untuk membekali anak anak di dunia ini, untuk memiliki kecakapan transveral.
2015 ERI-Net Regional . Preparing and Supporting Teachers in the Asia-Pacific to Meet
the Challenges of Twenty-first Century Learning. Regional Synthesis Report.
Published in 2016 by the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization and UNESCO Bangkok Office

Kompetensi transveral adalah kompetensi yang menitikberatkan pada skills seperti interpersonal skills, intrapersonal skills, media and information literacy, critical and innovative thinking, global citizenship, respect for religioan values dan apreciation of healthy lifestyle.


Jumat, 30 Maret 2018

Jelajah Candi ... yay \(^.^)/

Saya suka sejarah
Seperti kemarin menjelajah beberapa candi - rasanya pingin pinjem mesin waktu dan pintu kemana sajanya Doraemon

Aslinya sih penelitiannya anak anak - cuma karena saya pembimbingnya jadi ikutan menyelami yang ditulis mereka

Tentang satu candi Hindu, candi kecil aja, ditemukan tahun 1900an - dalam keadaan sudah hancur 50%. Candi ini dibangun sekitar abad ke IX atau saat akan berakhirnya kerajaan Mataram. Masyarakat menyebutnya Candi Brawijaya, tetapi karena ada di desa Dukuh, maka disebut Candi Dukuh - menurut Perda Propinsi Jawa Tengah No. 6 Tahun 2011, kawasan Candi ini disebut Situs Brawijaya Candi Dukuh - letaknya di Desa Rowoboni, Kabupaten Semarang

Jumat, 16 Maret 2018

Zaman Jahiliyah 5 Done!!

source: https://www.albatrosspools.com.au/about-us/spasa-awards/
Saya biasanya mantap kalau mau pindah Zaman Jahiliyah, tapi kali ini saya ragu, bukan karena saya masih pingin, tapi sekarang saya sedang pada posisi paradox - saya masih ditugasi untuk bimbing lomba anak anak - masak yang juara kamu terus, anak anak gak diajak

Cerita dulu deh yah
Saya punya banyak masalah saat belajar di kelas bersama anak anak - saya butuh seseorang yang bisa saya ajak diskusi tentang ini.
Sedangkan institusi saya, jarang sekali menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, dan atau ketika saya ikut pelatihan berbayar, ijin belum tentu diberikan - belajar terus, ngajarnya kapan?

Perjalanan Belajar ku

Saya berproses dalam perjalanan belajar selama jadi guru, di beberapa zaman jahiliyah, dan saat ini saya berada di zaman jahiliyah 4, entah sampai kapan

Zaman jahiliyah 1 1998-2005 adalah saat pertama kali saya jadi guru, saat itu keyakinan saya adalah mata pelajaran yang saya ajarkan sangat sangat sangat penting, dan semua murid murid di kelas harus paham mata pelajaran yang saya ajarkan. Saya guru paling kejam di dunia, saya sering menekan dan memarahi murid saya tanpa tujuan yang jelas, memampangkan nilai mereka dari terkecil hingga tertinggi di papan pengumuman lengkap dengan nama dan kelas, dengan kategori pass dan warning untuk nilai terendah dan nilai terendah itu 0 - kenapa inget, karena saya menyimpan semua file lesson plan hingga penilaian mereka 

Kamis, 08 Maret 2018

Semua "Dihandle" Google Tugas Sekolah Apa? - Prof. Muchlas Samani

Buku Prof. Muchlas ini beneran membuka lebih luas cakrawala saya, tentang permasalahan pendidikan di Indonesia. Jadi inget kalau ada permasalahan, terbanglah lebih tinggi supaya bisa ngliat permasalahan lebih luas.
Terus seperti biasa saya malu sama diri sendiri, setelah baca buku ini.

Prof. Muchlas Samani adalah rektor ke-9 Universitas Negeri Surabaya, walau sekalipun saya belum pernah berjumpa, dan saya memperoleh buku ini melalui istri beliau, tapi saya merasa keprihatinan kita tentang pendidikan di Indonesia sama.. *eh ngaku2 

Sepulang dari Finland kemarin sempet down, tambah galau, trus gimana nanti 20 30 tahun ke depan, gimana kalau anak anak bangsa ini nggak siap menghadapi tantangan abad ini, sedangkan Skill yang mereka kuasai hanya skill menghadapi ujian ujian akademik, dan skill menjadi pegawai yang baik?

Rabu, 27 Desember 2017

10 Hari Tanpa Mentari, 6/10 Teacher Education in Indonesia

Nah kelas berikutnya kami diskusi tentang bagaimana pendidikan guru di Indonesia - Iyaya mereka kan school of teacher jadi bahasan guru ditekankan sekali di program ini
Presentation from MORA on Teacher Education in Indonesia, discussion and comments
University campus, Futura Building, Room F210
Address: Yliopistokatu 7, Joensuu

Diskusinya dipandu oleh Dr. Minna Mäkihonko, yang udah 8 kali ke Indonesia dan sempet jadi dosen tamu di Universitas Negeri Semarang. Yang didapuk presentasi kebetulan saya dan seorang guru Bahasa Inggris MtsN Mojokerto yang sekarang sudah jadi Pengawas Madrasah di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur Bapak Muhamad Zainuri kebetulan Masternya juga Bahasa Inggris jadi jago deh bahasa Inggrisnya.

10 Hari Tanpa Mentari, Joensuu 5/10 Curriculum Development Process

Materi berikutnya tentang pengembangan kurikulum di Finlandia, disampaikan oleh bu Merja Kukkonen

Curriculum Development Process
Dr., University Lecturer Ismo Pellikka and teacher Merja Kukkonen, M.Ed
University campus, Futura Building, Room F210
Address: Yliopistokatu 7, Joensuu

bu Merja ini selain teacher trainer di Teacher Training School, juga guru kelas di Lansikatu School. Sebelum ke Finland - oya cerita sedikit belajar di Finlandia ini seperti dream come true buat saya pribadi, sampai sampai sejak tahun 2012 saya pasang cover poto di FB bahwa Finland adalah Where I want to be, gak nyangka be there beneran 5 tahun kemudian dengan cara yang beneran gak disangka sangka - kalau tentang Finland saya sudah baca baca sejak tahun 2009 begitu eforianya saya, sampai banyak peristiwa seru di tahun itu, tapi sudahlah hahaha...

Nah tahun 2014 saya baca buku Pasi Sahlberg-Finnish Lesson (walau terjemahannya gak oke *peace) sebelum berangkat kemarin saya baca baca lagi sebenernya apa sih yang dilakukan Finlandia - Kalau mau tahu tentang sistem pendidikan Finland baca buku itu cukup jadi bekal kok oya tambah bukunya Timothy ya Teach Like Finland (bukunya baru laris manis dipinjem nih)

Jumat, 22 Desember 2017

10 Hari Tanpa Mentari, Joensuu 4/10 Guru-Guru Finlandia


Image result for joensuu finland

Ntah kenapa nama kota ini Joensuu ya, tau aja gitu kalau saya penggemar cerita cerita sejarahnya Joseon padal beda jauh tempatnya, satu di Finlandia, satu di Korea Selatan hahaha..., tapi namanya mirip kan ya......#TosCrazyNunnas #Maksainmirip

Nah sekarang saya mau cerita detail tentang guru dan pendidikan Guru di Finlandia, seperti yang disampaikan oleh Dr.Ismo dan Ibu Merja Kukkonen guru SD juga Teacher Trainer di UEF


Rabu, 20 Desember 2017

10 Hari Tanpa Mentari, Joensuu 3/10 - Introduction of Finnish Education System -

Introduction of Finnish Education System and Teacher Education
by. Dr., University Lecturer Ismo Pellikka University campus,
Futura Building, Room F210
Address: Yliopistokatu 7, Joensuu


Kelas ini disampaikan di hari Senin, 11 Desember 2017 sekitar pukul 8 waktu Joensuu

Ketika diskusi kelas tentang sistem pendidikan Finlandia, rasanya seperti membaca buku Pasi Sahlberg yang di pampang di depan mata hihihi..

Oya sebelum mulai membahas tentang sistem pendidikan mereka ada baiknya kita berpikir positif, banyak hal yang sebenarnya sudah diadaptasi dalam kurikulum 2013, mengapa kurikulum kita berubah terus, karena dunia berubah dan berkembang sangat cepat. Di Finlandia yang sistem pendidikannya terbaik di dunia pun, masih terus mengembangkan kurikulumnya hingga sekarang, mereka juga baru setahun meluncurkan kurikulum baru yang disebut OPS2016, nanti akan saya bahas di tulisan setelah ini.

Kuncinya menurut saya, mau kurikulum dirubah seperti apa, asal kualitas guru gurunya bagus, insyaAllah gak ada masalah. Kita harus menerima fakta bahwa kualitas guru Indonesia masih rendah, terendah malah. Penelitian Bank Dunia WPS8264 yang baru baru ini direleased menyebutkan bahwa tunjangan sertifikasi yang dibayarkan ke guru setiap bulan dengan utang negara itupun, tidak dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita.

Universitas pencetak guru dan guru itu sendiri seharusnya meningkatkan kualitasnya, bekerja maksimal untuk peningkatan mutu guru. Saya menyadari saat disana, betapa mereka hati hati betul memilih guru, syaratnya panjang dan sulit, harus Master, lulusan terbaik, dari universitas terbaik dan menjalani beragam test untuk diterima menjadi guru. Karena Guru tersebut akan bertanggungjawab atas kualitas anak bangsa nya.

Selasa, 19 Desember 2017

10 Hari Tanpa Mentari, Joensuu 2/10

Keesokan harinya hari minggu 10 Desember 2017 kami berangkat ke Joensuu (yuensuu) perjalanan dari Helsinki ke Joensuu memakan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan, tetapi karena aturan disana supir bus harus istirahat dua kali selama kurang lebih 20 - 30 menit di rest area, jadi perjalanan mulai jam 3 sore, sampai Joensuu sekitar pukul 21.30

oya sebelum perjalanan di mulai, kami mampir untuk meninggalkan jejak di taman Sibellius yang dedikasikan untuk komposer Jean Sibellius (1865-1957) bangunan terdiri dari 600 pipa yang dijadikan satu membentuk pola yang menggambarkan esensi dari musik sibellius


dan Helsinki Chatedral (kadang orang nyebutnya white church - dibangun tahun 1830 - 1852 dan didesign oleh Carl Ludvig Engel untuk Grand Duke of Finland Tsar Nicholas I of Russia)
Helsinki Katedral,

oke sudah selesai pamer pamer selfinya, yuk mulai belajar

Senin, 18 Desember 2017

10 Hari Tanpa Mentari, Helsinki 1/6

Mampir sebentar ke taman Sibelius, komposernya Finlandia
Ya Allah limpahan berkahMu tak terkirakan, Alhamdulillah
Saya termasuk yang beruntung memperoleh kesempatan mengikuti shortcourse gratis kerjasama antara GTK Madrasah Kementerian Agama Pusat dengan University Teacher Training School, University of Eastern Finlandia, dari tanggal 7 - 17 Desember 2017

sebelumnya sekitar tanggal 18 Oktober 2017 kabar bahagia itu datang, Finlandia adalah negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia via PISA TIMMS dll, walau ternyata mereka sendiri gak suka dinilai dengan PISA hahaha

Rabu, 25 Oktober 2017

Membuat Paspor Baru

Judulnya dibikin jelas banget, supaya siapa aja yang googling pingin bikin paspor baru, bisa dapet informasi sejelas jelasnya.

Biar gak kebingungan kayak saya kemarin hahahaha

masih sepi dan pintu gerbang pun belum dibuka :D
Jadi ceritanya hari rabu tanggal 18 Oktober 2017, pagi jam 05.10 am, saya dapat WA dari Bu Yeni dari Direktorat GTK Madrasah, kalau saya dan 8 teman yang pemenang pertama guru berprestasi tingkat nasional tahun 2016, akan diberi penghargaan untuk ikut pelatihan guru di Finlandia. Walau kapannya belum tahu, dan dana masih ada tanda bintang (diblokir). Namun kami harus menyiapkan berbagai dokumen, salah satunya pasport dan saya belum punya pasport... wkwkwk

Karena dihari itu juga saya harus mengantarkan anak anak ikut Olimpiade Ekonomi Syariah NASEC di FEB UGM Yogyakarta sampai 21 Oktober 2017, jadi saya berencana membuat pasport di Jogja


Selasa, 24 Oktober 2017

TPN2017 Impact (6/6)

Saya mengikuti Komunitas Guru Nusantara awal Januari  2017, awalnya ketika saya menyimak seminar daring streaming dari Kampus Guru Cikal, yang kemudian saya curhatkan disini , topiknya waktu itu tentang Kurikulum Merdeka Belajar

Setelahnya saya stalking aja disana, melihat bagaimana sih kok keren dan provokatif banget topik daring mereka, Seminar daring mereka kedua juga nggak kalah keren, tentang Guru Merdeka Belajar

Habis itu Sekolah Cikal membuat Pesta Pendidikan di Jogja, ikutan dong ya...
Disitulan jlebnya krasa betul yang akhirnya membuat saya hijrah ke jaman Jahiliyah 4

Senin, 23 Oktober 2017

Personal Inquiry Time (Pi Time) TPN 2017 (5/6)

Hari kedua TPN (Temu Pendidikan Nusantara), 14/10 saya ikut kelas kemerdekaan sesi 1, kode kelasnya S1K117.
Saya belajar tentang Pi Time dari Puti Hamid sekolah Cikal Serpong

Personal Inquiry Time adalah memberikan waktu khusus untuk anak dapat mengeksplorasi keingintahuannya, menggali hal hal yang sesuai dengan minat mereka. Anak anak diberi kebebasan untuk memilih proyek sesuai yang mereka inginkan. Proyek itu tidak ada penilaian atau target tertentu. Hanya kewajiban untuk berbagi di show case.

Jadi mbak Puti ini, mengajar Bahasa Inggris di kelas 7 dan 8 Sekolah Cikal. Saat anak anak diberi tugas membuat Puisi dengan cara Merdeka Belajar, anak anak mampu membuat 5 - 8 puisi bahasa Inggris, yang bikin saya amaze anak anak ini bilang ke mbak Puti bahwa mereka ingin memvisualisasi puisi mereka dalam bentuk lukisan, jadi adai puisinya ada lukisannya juga. Keren ya, ini aja udah bikin saya WOW.

Tapi tidak untuk mbak Puti, ternyata peristiwa ini membuat ia memperoleh ide bagaimana anak anak dapat belajar sesuai bakat dan minatnya.

6 Sesi, 102 kelas dan 178 pembicara di TPN 2017 (4/6)

Hari kedua TPN (Temu Pendidikan Nusantara), 14/10 saya ikut kelas kemerdekaan sesi 1.
Jadi gini, Kampus Guru Cikal membagi kelas menjadi 4, Kelas Kemerdekaan, Kelas Kompetensi, Kelas Kolaborasi dan Kelas Karier, yang setiap kelasnya terdiri dari puluhan bahkan ratusan kelas dengan topik beragam. Guru peserta tinggal memilih kelas yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya, dari ratusan topik tersebut, kami sayangnya hanya bisa memilih satu kelas tiap sesi, keseluruhan ada 6 sesi.
2 sesi kelas kemerdekaan, 2 sesi kelas kompetensi, 1 sesi kelas kolaborasi dan 1 sesi kelas karier di puncak acara 15/10 2017

Nah 1000 guru dari seluruh Indonesia yang sudah tergabung dalam Komunitas Guru Belajar Nusantara, tumplek blek di TPN keren ya...

Hebatnya mereka datang ke Jakarta dengan biaya sendiri, bahkan menabung sejak lama untuk ikut acara ini. Kenapa? karena di TPN memberikan ruang belajar yang cukup luas dan beragam sesuai kebutuhan para guru Indonesia yang haus ilmu.

Tour saya di Sekolah Cikal TPN 2017 (3/6)

Saat Ishoma, dan para Pria ibadah sholat Jum'at, masih di tanggal yang sama (13/10) kami diajak tour keliling Sekolah Cikal Cilandak. Sekolah yang ada disini khusus TK dan SD kelas 1 - 5, untuk jenjang yang lebih tinggi tempatnya di daerah Setu, Jakarta Timur.

Uniknya saat tour ini, guide kami adalah anak anak Cikal kelas 4 dan 5, mereka ramah, menyenangkan, tulus, percaya diri dan antusias sekali dalam memberi kami informasi tentang apa saja yang mereka pelajari di Cikal, juga budaya belajarnya. Cuma dasarnya saya ya, saya ngeloyor sendiri liat sana, liat sini, foto sana, foto sini, denger sana, denger sini, nggak ikut rombongan .. :D
*jangan dicontoh

Sebelum nya saya jadi penasaran sebenarnya gimana kurikulum Cikal...
ini hasil kepo in eyang google ya..


Belajar sepanjang hayat dan selalu kontekstual, tidak hanya textbook tetapi dihubungkan dengan kondisi nyata, sehingga belajar di sekolah nyambung dengan kehidupan nyata.. (saya banget gak sih)... :D

Berubah, Mulai dari Dirimu TPN 2017 (2/6)


Pic. By. Kampus Guru Cikal
Menulisnya agak tersendat sendat, karena sampai Salatiga, Senin (16/10) jam 5 pagi naik kereta, terus jam 7 pagi udah ngajar sampai jam 16.00 sore, Selasa (17/10) juga, nah Rabu pagi  (18/10) setelah ngajar jam ke 0,  nyetir ke Jogja nganter anak anak saya ikut Olimpiade Ekonomi Syariah NASEC di FEB UGM 18 - 21 Oktober 2017

Setelah tidur seharian kemarin, pagi ini badan saya udah seger, sambil nunggu anak anak siap berangkat bertanding, lanjutin nulis deh... (20/10)
-------
Ada sebuah puisi yang ditunjukkan ke saya oleh seorang teman 8 tahun yang lalu

Ketika aku masih muda dan bebas
Dan imajinasiku pun tanpa batas,
aku bermimpi mengubah dunia

Ketika aku bertambah tua dan bijaksana,
Aku menyadari bahwa dunia tak dapat kuubah,
Maka cita-citaku kupersempit
Dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku

Namun tampaknya itupun tak berhasil
Ketika usia senja mulai kujelang,
Lewat upaya terakhir yang penuh keputusasaan,
Kuputuskan untuk hanya mengubah keluargaku,
Karena mereka orang-orang yang paling dekat denganku

Namun sayangnya,
Mereka pun tak kunjung berubah
Dan sekarang,
Ketika aku berbaring menjelang kematianku,
Tiba-tiba kusadari

Jika pertama-tama
Yang kuubah adalah diriku sendiri,
Maka teladan yang kuberikan
Mungkin dapat mengubah keluargaku

Dan mungkin inspirasi dan dorongan mereka
Membuat negeriku menjadi lebih baik
Dan siapa tahu,
Pada waktu itu aku telah mengubah dunia

(taken from the Anglican Bishop's Tomb at Westminster Abbey, 1100 AD)

Terus apakah sekarang sudah berubah? yang jelas kalau saya sih udah masuk jaman Jahiliyah 4... 

Selasa, 17 Oktober 2017

1000 Guru se Indonesia di TPN 2017 (1/6)


I don't take coffee, I take tea, my dear
I like my toast done on one side
And you can hear it in my accent when I talk
I'm an Englishman in New York
See me walking down Fifth Avenue
A walking cane here at my side
I take it everywhere I walk
I'm an Englishman in New York
Oh, I'm an alien, I'm a legal alien
I'm an Englishman in New York
Oh, I'm an alien, I'm a legal alien
I'm an Englishman in New York
If "manners maketh man" as someone said
He's the hero of the day
It takes a man to suffer ignorance and smile
Be yourself no matter what they say
Itu yang saya rasakan 8 tahun ini, sampai akhirnya dipertemukan oleh guru guru "senasib", guru guru pejuang kemerdekaan belajar, guru yang mau dan ingin terus belajar dari siapa saja, dari mana saja, dan belajar apa saja untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pembelajaran di kelasnya. Tulus, tanpa tendensi jadi yang terpintar dari yang lain, tanpa iming iming uang, sertifikat apalagi kenaikan pangkat. Yang sebagian orang justru melihatnya sebagai orang yang aneh dan gila. *sedih ya.. :(

Kamis, 11 Mei 2017

Kantor Tempo Tematik Kartini

Memasuki Kantor Tempo, pengunjung disuguhi pemandangan indah tentang kartini, Munir, Tan Malaka, Goenawan Mohamad. Kantor yang kreatif, semarak, segar cerah ceria warnanya, kata kata yang menohok nasionalisme

Menulis itu harus jujur, dan tidak memihak
Di depan pintu lift sudah tidak lagi dinding kosong, namun lukisan besar yang mengingatkan, yang memandangnya, bahwa Indonesia diperjuangkan sedemikiannya sehingga menjadi seperti sekarang

Anak muda, apa yang sudah kau lakukan untuk Indonesia tercinta?
kita memang kartini, abaikan kepala nyempil itu ya