Thanks to visit..(^.^)/..

Senin, 10 Desember 2018

Philosophy Epistemology of Education

Jangan terkesima dulu sama judulnya ya - saya coba memahami filsafat pendidikan dari segi epistemologi. Epistemologi sendiri nurut plato asal katanya episte artinya to know, ology artinya yang diperdebatkan,, jadi pengetahuan yang diperdebatkan kata prof. David James. Jadi di epistemology yang dibahas adalah knowledge.

Kalau menurut Dr Lary Gilbert - Knowledge berarti set of facts, arguments, calculations and strategies that help you continues your eksitensi ( batu, serangga, binantang, manusia, aliens, malaikat, dan Tuhan) dengan kumpulan Primal (energy, rest, safety) dengan created values (rule, construct, goals, purpose, respect, trus/false, life)

Nah terus bingung mulainya dari mana - saya coba mulai jaman para filosof alam, tapi saya pilih Heraclitus, Empedocles dan Democritus - kenapa. karena suka aja hahaha - boleh nggak sih gitu

Sebelum dilanjut - dasarnya nggak pernah bersentuhan sama filsafat jadi saya nggumunan....
Duluuu sekali - 200 tahun sebelum Thales menulis apa yang dipikirkannya tentang fenomena alam - orang orang membuat cerita yang sering disebut mitologi yunani, namanya mitologi berarti mitos dong ya. Misal kenapa ada hujan, matahari, banjir, siang malam, darimana datengnya air, kok ada kecebong jadi kodok (eh nggak usah sensi deh), darimana asalnya sesuatu.
Mereka punya cerita Thor dengan gada besarnya untuk menjelaskan kenapa ada geluduk - oh Thor lagi marah karena Gadanya disembunyikan - mungkin kalau di kita kenapa ada gerhana matahari - oh Mataharinya dimakan Buto Ijo - begitulah sampai pada akhirnya mulai ada pemikir pemikir seperti para filsuf itu - mereka tidak percaya mitos, mereka terus berpikir, bertanya dan mencari jawabannya. Arti kata Filsafat adalah mencintai wisdom, kebijaksanaan. Modal filsafat adalah bagaimana manusia mengolah pikirannya.

Oke saya mulai nggak dari Thales orang yang pertama kali mengukur tinggi piramida dan meramalkan adanya gerhana matahari, tapi saya memilih ini :

Senin, 26 November 2018

Ada Mengada Pengada - Prof Marsigit

Martin Heddeger 1889 - 1976
Mempertanyakan makna ADA (being) adalah proyek utama filsafat Heiddeger (Martin Heiddeger 1889 - 1976). Konsep Ada sebenarnya dijadikan bahan refleksi para filsuf selama berabad abad. Heideggerlah yang kemudian menggunakan kembali konsep tersebut di dalam filsafatnya. Tapi apa sesungguhnya arti kata Ada, apa arti pentingnya. Di dalam filsafat Heidegger, kata itu sendiri memiliki beragam makna. Menurut Heiddegger, maksud dari konsep Ada, dilihat dari ranah ontologi, yaitu penelitian tentang Ada yang merupakan dasar dari seluruh realitas, dipengaruhi ruang dan waktu, sehingga ada pun sudah berubah. 

Di dalam bukunya Being and Time, Heidegger memahami ada daris eluruh realitas yang paling dinamis dengan perkembangan dan perubahan realitas itu sendiri. Konsep ruang dan waktu sangat terkait dengan ada itu sendiri, dan yang mampu memahami dan menanyakan ada adalah manusia itu sendiri, karena manusia memiliki pikiran dan hati untuk mengolah ada. 

Konsep Ada menurut pendahulu Heidegger, yaitu Aristoteles, melibatkan dua hal dalam diri seorang yaitu kemampuan berabstraksi, memaknai tentang persamaan diantara perbedaan realitas dan kemampuan berefleksi pada diri sendiri. Pemikiran Heiddeger banyak berpijak pada pemikiran Aristoteles bahwa seluruh sejarah pemikiran manusia adalah sejarah kelupaan akan ada (forgetfulness of being).

Demikianlah cara saya memahami setiap kuliah Prof. Marsigit - saya harus mencari tahu lebih detail terlebih dahulu mengenai materi diskusi diskusinya di dalam kelas. Semakin banyak membaca, semakin banyak yang saya tidak tahu, semakin sering berdiskusi dengan beliau di kelas, semakin saya tidak paham - jadi saya harus terus mencari dan berpikir makna makna yang terkandung dalam setiap diskusi. Tidak di mata kuliah prof saja, tetapi juga saat belajar dengan dosen dosen yang lain.

Selasa, 30 Oktober 2018

Filsafat ala Prof. Marsigit

Prof. Marsigit, Selasa, 23 Oktober 2018
Satu mata kuliah yang membuat kepala panas adalah Filsafat Pendidikan, tiga kali quiz selalu dapat 0.
0 atau nulisasi adalah salah satu program pak Prof. - yang bermakna supaya kami khususnya saya, tidak jadi orang yang sombong, balik ke zero, untuk terus belajar, melihat dan merasa.

Sebenar benar filsafat adalah penjelasanmu, tapi tidak sekedar penjelasanmu, tapi harus merefer dengan pemikiran para filsuf, dari Aristoteles, Socrates, Descartes, Humm, sampai Immanuel Kant dst. Prof, diawal perkuliahan menekankan dan mengingatkan sebelum belajar filsafat dan memahami pendapat para filsuf, ingat kebenaran mutlak milik Allah, dan dasar kehidupan adalah keimanan Agama. Titik !!! -

Penjelasan yang merefer dari para filsuf dasarnya pikiran - kalau tidak berpikir bukan berfilsafat - maksudnya dasar filsafat adalah bagaimana kita berpikir, karena pikiran dan hati adalah batas filsafat.
----

Sabtu, 15 September 2018

Belajar 2 Minggu Ini

Otw Jogja nih - Seru juga ternyata naik motor tuh *.*
Another narcistic story of me  

Saya kan ambil jurusan idaman - Penelitian dan Evaluasi Pendidikan - beneran idaman - tapiiii setelah mengikuti kuliah dua minggu ini - kok terus jadi deg deg an ya - bisa nggak ya selesai 3 tahun, bisa nggak ya saya memahami mata kuliah yang saya ambil. Apalagi banyak berseliweran cerita, temen temen bahwa kebanyakan selesai kuliah minimal 5 tahun ada lagi yang 9 tahun.

2 minggu ini roaming - terus tarik napas - gak bisa ini kalau seperti ini terus terusan -

Mata kuliah yang harus diambil semester ini: statistika dan sampling, metodologi penelitian, teori pengukuran, teori generalizability, teori belajar, filsafat pendidikan, statistika lanjut, penilaian kelas, semuanyaaa hitungan - kalo buku buku referensi yang sudah sepuh sepuh dan bahasa Inggris semua sih iya - oh oke deh - tapi semuanya hitungan - dan yang suka bingung bagaimana interprestasinya - apalagi based saya bukan math.

(Memang tukang nabrak nggak pernah mikir dulu kalo mau terjun... *peace, karena yakin banget, Allah pasti selalu memberi jalan keluar - dan udah terbukti kan yang dulu dulu...)

Terus saya mulai nyusun jadwal belajar - saya sesuaikan sama jadwal matkul, kalo pas nggak kuliah saya browsing dan ulang ulang lagi matkul yang tadi di dapet - u know - handout dari dosen kan cekak aos - jadi harus cari sendiri konsep konsep dasarnya, dan trus saya catet deh semuanya - jadi untuk sekitar 15 slide, catatan saya bisa 30 halaman sampe kulit jempol mulai mengeras nih hahaha

Jumat, 14 September 2018

Saat Kurikulum 2013 baru Lahir

Sebelumnya, Alhamdulillah akhirnya saya masuk di kuota 5% Beasiswa 5000 Doktor - Alhamdulillah kuliah semester ini sudah mulai sejak 3 September 2018, dan ada satu mata kuliah Filsafat Pendidikan yang membuat saya ingin menulis disini. Matkul ini diampu Prof. Marsigit, MA, sekaligus Direktur Pasca UNY.

Sebenernya kami ditugasi untuk membaca dan komen di blog beliau, trus nilai matkul berdasarkan komen terbanyak. Tulisan di blog Prof. Marsigit lebih dari 800an dengan berbagai genre, dan bahasa - tapi seru - banyak judul tulisan yang menarik, beberapa sudah saya baca, beberapa juga hal hal yang tidak pernah terpikirkan, terutama yang berhubungan dengan pendidikan Indonesia. Beberapa juga bikin saya surprise - pemikiran kritis prof. Marsigit tentang sistem pendidikan kita, setuju pake banget pokoknya - dan yang di lapangan yang mesti terbang melewati tembok tebal (karena kalo nabrak sakit hehe).

Saya ingin menulis tentang makalah yang disampaikan beliau di seminar nasional di Univ PGRI Yogyakarta 18 Juni 2013, - Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013 - yang intinya betapa kurikulum 2013 terlalu terburu buru diterapkan, dari sudut filsafat dan psikologis, pendekatan sains untuk seluruh mata pelajaran tidak dapat dipertanggungjawabkan, belum dari sisi pedagogis, ontologis dan empiris.

Saat kurikulum 2013 mulai diterapkan, dengan keterbatasan pengetahuan saya tentang berbagai ilmu pendidikan, psikologis, pedagogis. Saya melakukannya dengan semangat - ada aura yang berbeda di sekolah - teman teman guru mulai kuatir, berpikir, deg deg an, bingung mesti melakukan apa di kelas, dengan pendekatan sains yang saya singkat SATUS (See, Ask, Try, Use dan Say) - terus kami jadi semangat belajar dan mencari tahu, metode metode apa yang bisa diterapkan yang memenuhi syarat kurikulum 2013.

Jumat, 03 Agustus 2018

Berharap 5% Kuota Beasiswa

Yaah 44 tahun, sering gagal, cuma gagal gini aja biasa...eh belum ding masih ada harapan 5%.
Kalo inget segala effort, dll dll dll buanyak banget dari ninggalin keluarga, wira wiri, duit yang tidak sedikit dll dll dll - yang berat sih sebetulnya saya udah menikmati banget kuliahnya walo baru matrikulasi
jadwal kuliah kami

dosennya baik - enak diajak diskusi - bikin saya ingin tahu lebih dan lebih, sampai sampai saya ulang berkali kali catatan matkul Statistika Lanjutnya, biar rapi n gampang dipelajari... sampai dicopy sama temen temen sekelas

Saya memang suka research ya, dan kebetulan setahun ini diamanahi jadi ketua program MANSA Research untuk anak anak kelas XI di Madrasah saya.
Segala hal kalo cuma ngomong nggak pake data kan gak bisa dipercaya - makanya saya ngincer banget jurusan ini sejak dulu -
tapi apa daya, mungkin pemberi beasiswa menganggap, kurang bermanfaat ilmu itu buat saya, lembaga dan anak anak (murid murid saya)

Pengumuman resmi blum ada sih, tapi gak menampik juga masih berharap saya ada diantara, kuota guru yang 5% itu - Aamiin.


Rabu, 18 Juli 2018

Kuliah lagi... Bismillah (^.^)/

Ini mimpi yang hampir terwujud, kenapa hampir, karena pengumuman beasiswa masih tanggal 20 Juli 2018 besok

Begitu cintanya jadi guru, saya suka ngomong ke anak anak, even saya Doktor, saya akan tetap jadi guru - waktu itu ntah mikirnya gimana, cuma memang saya selalu cari kesempatan beasiswa, dari LPDP - yang baru mau ngisi biodata udah langsung kluar alert merah - "Usia Anda sudah Melebihi Batas Maksimal" - terus Beasiswa Unggulan juga sama walo gak kluar alert - pernah ngeyel daftar ya gak ada terusannya lah - hahaha, ngirim Aminef juga pernah dan gagal

Makanya suka ngomong sama anak anak - kalo mo lanjut kuliah sekarang sekarang aja waktu masih muda - beasiswa buanyak - ayo ayooo mau ke luar negeri kesempatannya juga banyaaakkk

Senin, 18 Juni 2018

Lebaran = Silaturahim = Mengenal Leluhur dan Tetralogi Buru

Tetralogi Buru, yang Anak Semua Bangsa saya sampul -
kebiasaan kalo lagi baca buku saya nggak suka dikepoin :D
Saat ini saya sudah memasuki buku ke 2 Anak Semua Bangsa dari 4 Tetralogi Buru milik Pram, duluu bacanya pas kuliah dan potokopian pula, dapetnya juga gerilya, pas kuliah itu kurleb 20 - 25 tahun yang lalu. Alhamdulillah saat ini buku buku Pram sudah dicetak ulang dan gampang diperoleh, eeh juga buanyak buku sastra yang lain - bikin ngiler kalo ke toko buku.

Apa hubungannya sama lebaran ya hahaha
Keluarga dari ibu, kumpul lebaran dua tahun sekali, pertimbangannya, anak cucu bisa berlebaran ke keluarga pasangan di tahun yang lain. Tahun ini giliran di keluarga ibu, seperti biasa para budhe dan pakdhe akan cerita siapa leluhur kami.

Nah kami diingatkan lagi, bahwa kakek buyut kami adalah Raden Panji Adikusumo (Asisten Wedana Bunder Jombang), bin Raden Panji Djayusman Gondokusumo (Patih Mojokerto)+ R Ay Sumarsih binti RP.Ongkowidjoyo (Colleteur Lamongan), bin bin RP Sungkono Gondokusumo, bin Raden Adipati Panji TJOKRONEGORO III / R.Panji GONDOKUSUMO, Bupati Probolinggo 1831-1839, bin Raden Adipati TJOKRONEGORO II / R Panji NOTOKUSUMO(Bupati Kasepuhan Surabaya 1785-1818), bin R Panji DJAYENGRONO / Raden Panji TJOKRONEGORO (Bupati Surabaya 1758), bin Kyai ONGGOWIDJOYO / Kyai Tumenggung DJIMAT TJONDRONEGORO (Bupati Kasepuhan Surabaya 1752-1763), bin Kyai Tumenggung HONGGODJOYO (Bupati kasepuhan Surabaya), bin PANGERAN LANANG DANGIRAN / KI AGENG BRONDONG. Ini alur yang dari mbah Putri Raden Ay Liek Koessabandinah panjang yaaa - kalau mbah Putri kelahiran tahun 1920, berarti kakek buyut saya menjabat di Jombang sekitar tahun itu kan ya..

Nah yang dari mbah kakung Raden Ismoekadinoto, memiliki ayah Raden Sadikin Adiwinoto (Asisten Wedana Polisi - Surabaya) dan ibu Raden Ay Istijati putri dari Keluarga Kyai Ageng Kasan Besari (Kyai Ageng Tegalsari I, Th.1760 s/d Kanjeng Lider Raden Mas Tjokronegoro I, Bupati Ponorogo 1811-1900. Panjang yaaa..

Silsilah ini ada di Rodovid, ditulis oleh Dr. Ismoe Soekamto Suwelo, M.Sc pakdhe kami.
sumber : http://id.rodovid.org/wk/Orang:740693 ini ibu saya..

Rabu, 23 Mei 2018

Permendikbud 20 - 24 Tahun 2016

Gara gara pertanyaan Irma Nugraha yang banyak banget tadi pagi via WA- 
KTSP itu artinya kita bisa buat kurikulum sendiri? Kenapa ada KD? Seluas apa kita boleh bergerak dan memilih dalam batasan KD yang diwajibkan? Bagaimana dengan UN? juga SBMPTN dan SIMAK? - jadi inget punya PR ngrampungin tulisan tentang permendikbud 21 - 24 tahun 2016.

Sudah lama pingin bedahnya, gara garanya saya diminta untuk berbagi di pelatihan guru yang panitiannya minta disesuaikan dengan permendikbud nomor 21 22 tahun 2016, tentang standard isi dan standard proses. Betul sekali kata Prof Muchlas Samani, kalau tidak semua guru membaca dan memahami secara utuh kurikulum 2013 - paling banter cuma pas silabusnya aja - *ngacung saya juga *tutupmuka


Gara gara itulah saya terus baca permendikbud no 20 21 22 23 sampai 24 tahun 2016 dan tambah sukak deh sama kemendikbud - mohon maaf saya suka nyalahin kurikulum - ternyata pelaksanaan saja yang gak semua sesuai permendikbud.

Di pelatihan pelatihan biasanya kita hanya belajar format lessonplan terbaru, belajar teknis cara penilaian, bukan filosofi dibalik semuanya, bukan memahami permendibud secara utuh.

Sepulang dari Finland kemarin, saya lebih concern tentang core curricullum mereka yang membahas tentang transveral competencies sebagai bekal anak bangsanya menghadapi abad 21. Pas searching ternyata transveral ini udah dibahas di level UNESCO lengkap, sampai guru yang seperti apa, yang dibutuhkan untuk membekali anak anak di dunia ini, untuk memiliki kecakapan transveral.
2015 ERI-Net Regional . Preparing and Supporting Teachers in the Asia-Pacific to Meet
the Challenges of Twenty-first Century Learning. Regional Synthesis Report.
Published in 2016 by the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization and UNESCO Bangkok Office

Kompetensi transveral adalah kompetensi yang menitikberatkan pada skills seperti interpersonal skills, intrapersonal skills, media and information literacy, critical and innovative thinking, global citizenship, respect for religioan values dan apreciation of healthy lifestyle.


Jumat, 30 Maret 2018

Jelajah Candi ... yay \(^.^)/

Saya suka sejarah
Seperti kemarin menjelajah beberapa candi - rasanya pingin pinjem mesin waktu dan pintu kemana sajanya Doraemon

Aslinya sih penelitiannya anak anak - cuma karena saya pembimbingnya jadi ikutan menyelami yang ditulis mereka

Tentang satu candi Hindu, candi kecil aja, ditemukan tahun 1900an - dalam keadaan sudah hancur 50%. Candi ini dibangun sekitar abad ke IX atau saat akan berakhirnya kerajaan Mataram. Masyarakat menyebutnya Candi Brawijaya, tetapi karena ada di desa Dukuh, maka disebut Candi Dukuh - menurut Perda Propinsi Jawa Tengah No. 6 Tahun 2011, kawasan Candi ini disebut Situs Brawijaya Candi Dukuh - letaknya di Desa Rowoboni, Kabupaten Semarang

Jumat, 16 Maret 2018

Zaman Jahiliyah 5 Done!!

source: https://www.albatrosspools.com.au/about-us/spasa-awards/
Saya biasanya mantap kalau mau pindah Zaman Jahiliyah, tapi kali ini saya ragu, bukan karena saya masih pingin, tapi sekarang saya sedang pada posisi paradox - saya masih ditugasi untuk bimbing lomba anak anak - masak yang juara kamu terus, anak anak gak diajak

Cerita dulu deh yah
Saya punya banyak masalah saat belajar di kelas bersama anak anak - saya butuh seseorang yang bisa saya ajak diskusi tentang ini.
Sedangkan institusi saya, jarang sekali menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, dan atau ketika saya ikut pelatihan berbayar, ijin belum tentu diberikan - belajar terus, ngajarnya kapan?

Perjalanan Belajar ku

Saya berproses dalam perjalanan belajar selama jadi guru, di beberapa zaman jahiliyah, dan saat ini saya berada di zaman jahiliyah 4, entah sampai kapan

Zaman jahiliyah 1 1998-2005 adalah saat pertama kali saya jadi guru, saat itu keyakinan saya adalah mata pelajaran yang saya ajarkan sangat sangat sangat penting, dan semua murid murid di kelas harus paham mata pelajaran yang saya ajarkan. Saya guru paling kejam di dunia, saya sering menekan dan memarahi murid saya tanpa tujuan yang jelas, memampangkan nilai mereka dari terkecil hingga tertinggi di papan pengumuman lengkap dengan nama dan kelas, dengan kategori pass dan warning untuk nilai terendah dan nilai terendah itu 0 - kenapa inget, karena saya menyimpan semua file lesson plan hingga penilaian mereka 

Kamis, 08 Maret 2018

Semua "Dihandle" Google Tugas Sekolah Apa? - Prof. Muchlas Samani

Buku Prof. Muchlas ini beneran membuka lebih luas cakrawala saya, tentang permasalahan pendidikan di Indonesia. Jadi inget kalau ada permasalahan, terbanglah lebih tinggi supaya bisa ngliat permasalahan lebih luas.
Terus seperti biasa saya malu sama diri sendiri, setelah baca buku ini.

Prof. Muchlas Samani adalah rektor ke-9 Universitas Negeri Surabaya, walau sekalipun saya belum pernah berjumpa, dan saya memperoleh buku ini melalui istri beliau, tapi saya merasa keprihatinan kita tentang pendidikan di Indonesia sama.. *eh ngaku2 

Sepulang dari Finland kemarin sempet down, tambah galau, trus gimana nanti 20 30 tahun ke depan, gimana kalau anak anak bangsa ini nggak siap menghadapi tantangan abad ini, sedangkan Skill yang mereka kuasai hanya skill menghadapi ujian ujian akademik, dan skill menjadi pegawai yang baik?

Rabu, 27 Desember 2017

10 Hari Tanpa Mentari, 6/6 Teacher Education in Indonesia

Nah kelas berikutnya kami diskusi tentang bagaimana pendidikan guru di Indonesia - Iyaya mereka kan school of teacher jadi bahasan guru ditekankan sekali di program ini
Presentation from MORA on Teacher Education in Indonesia, discussion and comments
University campus, Futura Building, Room F210
Address: Yliopistokatu 7, Joensuu

Diskusinya dipandu oleh Dr. Minna Mäkihonko, yang udah 8 kali ke Indonesia dan sempet jadi dosen tamu di Universitas Negeri Semarang. Yang didapuk presentasi kebetulan saya dan seorang guru Bahasa Inggris MtsN Mojokerto yang sekarang sudah jadi Pengawas Madrasah di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur Bapak Muhamad Zainuri kebetulan Masternya juga Bahasa Inggris jadi jago deh bahasa Inggrisnya.

10 Hari Tanpa Mentari, Joensuu 5/6 Curriculum Development Process

Materi berikutnya tentang pengembangan kurikulum di Finlandia, disampaikan oleh bu Merja Kukkonen

Curriculum Development Process
Dr., University Lecturer Ismo Pellikka and teacher Merja Kukkonen, M.Ed
University campus, Futura Building, Room F210
Address: Yliopistokatu 7, Joensuu

bu Merja ini selain teacher trainer di Teacher Training School, juga guru kelas di Lansikatu School. Sebelum ke Finland - oya cerita sedikit belajar di Finlandia ini seperti dream come true buat saya pribadi, sampai sampai sejak tahun 2012 saya pasang cover poto di FB bahwa Finland adalah Where I want to be, gak nyangka be there beneran 5 tahun kemudian dengan cara yang beneran gak disangka sangka - kalau tentang Finland saya sudah baca baca sejak tahun 2009 begitu eforianya saya, sampai banyak peristiwa seru di tahun itu, tapi sudahlah hahaha...

Nah tahun 2014 saya baca buku Pasi Sahlberg-Finnish Lesson (walau terjemahannya gak oke *peace) sebelum berangkat kemarin saya baca baca lagi sebenernya apa sih yang dilakukan Finlandia - Kalau mau tahu tentang sistem pendidikan Finland baca buku itu cukup jadi bekal kok oya tambah bukunya Timothy ya Teach Like Finland (bukunya baru laris manis dipinjem nih)

Jumat, 22 Desember 2017

10 Hari Tanpa Mentari, Joensuu 4/6 Guru-Guru Finlandia


Image result for joensuu finland

Ntah kenapa nama kota ini Joensuu ya, tau aja gitu kalau saya penggemar cerita cerita sejarahnya Joseon padal beda jauh tempatnya, satu di Finlandia, satu di Korea Selatan hahaha..., tapi namanya mirip kan ya......#TosCrazyNunnas #Maksainmirip

Nah sekarang saya mau cerita detail tentang guru dan pendidikan Guru di Finlandia, seperti yang disampaikan oleh Dr.Ismo dan Ibu Merja Kukkonen guru SD juga Teacher Trainer di UEF


Rabu, 20 Desember 2017

10 Hari Tanpa Mentari, Joensuu 3/6 - Introduction of Finnish Education System -

Introduction of Finnish Education System and Teacher Education
by. Dr., University Lecturer Ismo Pellikka University campus,
Futura Building, Room F210
Address: Yliopistokatu 7, Joensuu


Kelas ini disampaikan di hari Senin, 11 Desember 2017 sekitar pukul 8 waktu Joensuu

Ketika diskusi kelas tentang sistem pendidikan Finlandia, rasanya seperti membaca buku Pasi Sahlberg yang di pampang di depan mata hihihi..

Oya sebelum mulai membahas tentang sistem pendidikan mereka ada baiknya kita berpikir positif, banyak hal yang sebenarnya sudah diadaptasi dalam kurikulum 2013, mengapa kurikulum kita berubah terus, karena dunia berubah dan berkembang sangat cepat. Di Finlandia yang sistem pendidikannya terbaik di dunia pun, masih terus mengembangkan kurikulumnya hingga sekarang, mereka juga baru setahun meluncurkan kurikulum baru yang disebut OPS2016, nanti akan saya bahas di tulisan setelah ini.

Kuncinya menurut saya, mau kurikulum dirubah seperti apa, asal kualitas guru gurunya bagus, insyaAllah gak ada masalah. Kita harus menerima fakta bahwa kualitas guru Indonesia masih rendah, terendah malah. Penelitian Bank Dunia WPS8264 yang baru baru ini direleased menyebutkan bahwa tunjangan sertifikasi yang dibayarkan ke guru setiap bulan dengan utang negara itupun, tidak dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita.

Universitas pencetak guru dan guru itu sendiri seharusnya meningkatkan kualitasnya, bekerja maksimal untuk peningkatan mutu guru. Saya menyadari saat disana, betapa mereka hati hati betul memilih guru, syaratnya panjang dan sulit, harus Master, lulusan terbaik, dari universitas terbaik dan menjalani beragam test untuk diterima menjadi guru. Karena Guru tersebut akan bertanggungjawab atas kualitas anak bangsa nya.

Selasa, 19 Desember 2017

10 Hari Tanpa Mentari, Joensuu 2/6

Keesokan harinya hari minggu 10 Desember 2017 kami berangkat ke Joensuu (yuensuu) perjalanan dari Helsinki ke Joensuu memakan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan, tetapi karena aturan disana supir bus harus istirahat dua kali selama kurang lebih 20 - 30 menit di rest area, jadi perjalanan mulai jam 3 sore, sampai Joensuu sekitar pukul 21.30

oya sebelum perjalanan di mulai, kami mampir untuk meninggalkan jejak di taman Sibellius yang dedikasikan untuk komposer Jean Sibellius (1865-1957) bangunan terdiri dari 600 pipa yang dijadikan satu membentuk pola yang menggambarkan esensi dari musik sibellius


dan Helsinki Chatedral (kadang orang nyebutnya white church - dibangun tahun 1830 - 1852 dan didesign oleh Carl Ludvig Engel untuk Grand Duke of Finland Tsar Nicholas I of Russia)
Helsinki Katedral,

oke sudah selesai pamer pamer selfinya, yuk mulai belajar

Senin, 18 Desember 2017

10 Hari Tanpa Mentari, Helsinki 1/6

Mampir sebentar ke taman Sibelius, komposernya Finlandia
Ya Allah limpahan berkahMu tak terkirakan, Alhamdulillah
Saya termasuk yang beruntung memperoleh kesempatan mengikuti shortcourse gratis kerjasama antara GTK Madrasah Kementerian Agama Pusat dengan University Teacher Training School, University of Eastern Finlandia, dari tanggal 7 - 17 Desember 2017

sebelumnya sekitar tanggal 18 Oktober 2017 kabar bahagia itu datang, Finlandia adalah negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia via PISA TIMMS dll, walau ternyata mereka sendiri gak suka dinilai dengan PISA hahaha

Rabu, 25 Oktober 2017

Membuat Paspor Baru

Judulnya dibikin jelas banget, supaya siapa aja yang googling pingin bikin paspor baru, bisa dapet informasi sejelas jelasnya.

Biar gak kebingungan kayak saya kemarin hahahaha

masih sepi dan pintu gerbang pun belum dibuka :D
Jadi ceritanya hari rabu tanggal 18 Oktober 2017, pagi jam 05.10 am, saya dapat WA dari Bu Yeni dari Direktorat GTK Madrasah, kalau saya dan 8 teman yang pemenang pertama guru berprestasi tingkat nasional tahun 2016, akan diberi penghargaan untuk ikut pelatihan guru di Finlandia. Walau kapannya belum tahu, dan dana masih ada tanda bintang (diblokir). Namun kami harus menyiapkan berbagai dokumen, salah satunya pasport dan saya belum punya pasport... wkwkwk

Karena dihari itu juga saya harus mengantarkan anak anak ikut Olimpiade Ekonomi Syariah NASEC di FEB UGM Yogyakarta sampai 21 Oktober 2017, jadi saya berencana membuat pasport di Jogja