Senin, 28 Januari 2019

Belajar Ekonomi lewat Lukisan, Gambar dan Seni Ukir

Nemu yang unik lagi - Belajar Ekonomi Using Arts dari Michael Watts dan Chineze Christoper dari Purdue University dan dimuat di The Journal of Economic Education 43(4), 408–422, 2012 kalau ingin membaca artikelnya bisa disini - untuk membuktikannya Watt dan Christoper membuat website khusus bisa dilihat disini https://intra.krannert.purdue.edu/sites/econandart/Pages/Instructions.aspx semua materi dihubungkan dengan lukisan yang menggambarkan suasana saat itu, ditampilkan dalam bentuk power point. Seperti misalnya mengenai konsep kelangkaan (scarcity) watt menjelaskan definisi kelangkaan dalam ppt nya, kemudian dijelaskan dengan lukisan Moretta de Brascia - The Young Man 1540 - 1545 - yang sedang berpikir bahwa ia terlalu menginginkan begitu banyak hal.

Belajar Ekonomi lewat Novel Sejarah - The Lost Painting Jonathan Harr's

Tuntutan menulis artikel jurnal terindex Scopus memang seru (walo banyak pro kontra di luar sana) saya mencoba melihat positifnya. Jadi banyak baca dan nemu artikel unik - kalau biasanya anak anak belajar sejarah dari novel sejarah, seperti Tan misalnya, atau Amba, atau Maryam. Ternyata ada novel sejarah yang dapat digunakan untuk belajar ekonomi, sayangnya novel ini tidak diterjemahkan dalam bahasa Indonesia - dan mungkin karena referensi saya kurang, saya juga belum ketemu novel sejarah yang bisa saya gunakan untuk mengajar ekonomi.

Sabtu, 29 Desember 2018

Penilaian Formatif Merdeka Belajar

https://www.slideshare.net/CasperWendy/selfregulated-learning-zimmerman
ehem, saya mencoba menulis agak serius ini, dengan berbagai literatur yang ada, saya tahu masih kurang dalam, tapi biarkan ini tersimpan disini, jadi proses belajar nulis, dan memperdalam apa itu merdeka belajar..
Semangat ya...
--------------------------
Pendahuluan 
Tantangan belajar abad 21 antara lain adalah bagaimana siswa generasi Z dan Alpha dengan kompetensinya dapat menghadapi berbagai situasi di kehidupannya kelak. Untuk mengatasi hal tersebut UNESCO juga Finlandia (termaktub pada core curriculum-nya), mengembangkan yang disebut dengan Transveral Competencies, yaitu kompetensi yang menyangkut berbagai aspek keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa abad ini, yaitu ketrampilan berpikir kritis dan inovatif, ketrampilan interpersonal, intrapersonal, ketrampilang menguasai media, teknologi informasi, kepedulian, keterbukaan, tanggungjawab terhadap isu global dan yang terakhir adalah bagaimana mereka menghormati religious value dan healthy life. (Care & Rebeccah Luo, 2015). Model merdeka belajar menjadi topik penting dalam pendidikan, karena memiliki komponen penting yang mendukung siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat di abad 21 ini. Model Merdeka belajar ini membuat siswa terlatih untuk aktif, mandiri, problem solver, berpikir kritis, inovatif, menjadi siswa yang memiliki pandangan social budaya. (Zimmerman & Schunk, 2001) dan masih banyak manfaat yang diperoleh dari model ini, yang akan banyak membantu siswa memiliki transveral competencies, sebagai bekalnya di abad 21.

Senin, 24 Desember 2018

Jatuh Lagi :D - Setelah Operasi MCL (After Martial Collateral Ligament Surgery)

Rumah Sakit dimana saya jatuh terpeleset
Jum'at 9 November 2018, sekitar pukul 15.00, saya jatuh (lagi) - kenapa "lagi", karena ini jatuh saya yang ketiga kali selama hidup yang harus operasi -

Jatuh pertama saat SMA, boncengin temen naik motor (alhamdulillah teman yang saya bonceng gak papa), tapi tulang punggung tangan kanan saya berantakan dan harus di pen kanan kiri - 3 bulan gips, alhamdulillah pen langsung diambil beberapa bulan kemudian - dokternya Almarhum Dokter Tunjung spesialis tulang -

Jatuh kedua 2014, waktu ada acara presentasi Best Practice di Jakarta cerita nya disini http://untukanakbangsa.blogspot.com/2014/10/alhamdulillah.html - seharusnya saya operasi - tetapi tidak saya lakukan, akibatnya sampai sekarang duduk sholat saya tidak sempurna

Jumat, 14 Desember 2018

Indahnya Filsafat :)

Berikut adalah semacam timeline, resume, sumber buku, tokoh, yang berperan dalam dasar pendidikan Matematika. Judul kerennya sih Syntesises on The Philosophical And Theoretical Ground of Mathematic Education -




Senin, 26 November 2018

Ada Mengada Pengada - Prof Marsigit

Martin Heddeger 1889 - 1976
Mempertanyakan makna ADA (being) adalah proyek utama filsafat Heiddeger (Martin Heiddeger 1889 - 1976). Konsep Ada sebenarnya dijadikan bahan refleksi para filsuf selama berabad abad. Heideggerlah yang kemudian menggunakan kembali konsep tersebut di dalam filsafatnya. Tapi apa sesungguhnya arti kata Ada, apa arti pentingnya. Di dalam filsafat Heidegger, kata itu sendiri memiliki beragam makna. Menurut Heiddegger, maksud dari konsep Ada, dilihat dari ranah ontologi, yaitu penelitian tentang Ada yang merupakan dasar dari seluruh realitas, dipengaruhi ruang dan waktu, sehingga ada pun sudah berubah. 

Di dalam bukunya Being and Time, Heidegger memahami ada daris eluruh realitas yang paling dinamis dengan perkembangan dan perubahan realitas itu sendiri. Konsep ruang dan waktu sangat terkait dengan ada itu sendiri, dan yang mampu memahami dan menanyakan ada adalah manusia itu sendiri, karena manusia memiliki pikiran dan hati untuk mengolah ada. 

Konsep Ada menurut pendahulu Heidegger, yaitu Aristoteles, melibatkan dua hal dalam diri seorang yaitu kemampuan berabstraksi, memaknai tentang persamaan diantara perbedaan realitas dan kemampuan berefleksi pada diri sendiri. Pemikiran Heiddeger banyak berpijak pada pemikiran Aristoteles bahwa seluruh sejarah pemikiran manusia adalah sejarah kelupaan akan ada (forgetfulness of being).

Demikianlah cara saya memahami setiap kuliah Prof. Marsigit - saya harus mencari tahu lebih detail terlebih dahulu mengenai materi diskusi diskusinya di dalam kelas. Semakin banyak membaca, semakin banyak yang saya tidak tahu, semakin sering berdiskusi dengan beliau di kelas, semakin saya tidak paham - jadi saya harus terus mencari dan berpikir makna makna yang terkandung dalam setiap diskusi. Tidak di mata kuliah prof saja, tetapi juga saat belajar dengan dosen dosen yang lain.

Selasa, 30 Oktober 2018

Filsafat ala Prof. Marsigit

Prof. Marsigit, Selasa, 23 Oktober 2018
Satu mata kuliah yang membuat kepala panas adalah Filsafat Pendidikan, tiga kali quiz selalu dapat 0.
0 atau nulisasi adalah salah satu program pak Prof. - yang bermakna supaya kami khususnya saya, tidak jadi orang yang sombong, balik ke zero, untuk terus belajar, melihat dan merasa.

Sebenar benar filsafat adalah penjelasanmu, tapi tidak sekedar penjelasanmu, tapi harus merefer dengan pemikiran para filsuf, dari Aristoteles, Socrates, Descartes, Humm, sampai Immanuel Kant dst. Prof, diawal perkuliahan menekankan dan mengingatkan sebelum belajar filsafat dan memahami pendapat para filsuf, ingat kebenaran mutlak milik Allah, dan dasar kehidupan adalah keimanan Agama. Titik !!! -

Penjelasan yang merefer dari para filsuf dasarnya pikiran - kalau tidak berpikir bukan berfilsafat - maksudnya dasar filsafat adalah bagaimana kita berpikir, karena pikiran dan hati adalah batas filsafat.
----

Belajar Ekonomi lewat Lukisan, Gambar dan Seni Ukir

Nemu yang unik lagi - Belajar Ekonomi Using Arts dari Michael Watts dan Chineze Christoper dari Purdue University dan dimuat di The Journa...