Thanks to visit..(^.^)/..

Minggu, 22 Januari 2012

Charlotte Mason di Kelasku - 2

Charlotte Mason Method
A method of education popular with homeschoolers in which children are taught as whole persons through a wide range of interesting living books, firsthand experiences, and good habits.the Charlotte Mason method, is centered around the idea that education is three-pronged: Education is an Atmosphere, a Discipline, a Life.
http://simplycharlottemason.com/basics/what-is-the-charlotte-mason-method/
Charlotte Mason sendiri adalah seorang guru di Inggris yang hidup di tahun 1800 an hingga 1900 an
Namun metodenya banyak digunakan oleh para homeschooler karena dirasa lebih mudah diterapkan di lingkukan HSer daripada di sekolah.

Menurut saya sayang sekali jika metode ini tidak bisa dinikmati oleh anak-anak sekolah--
Tujuan utama pendidikan adalah pembangunan karakter yang luhur dalam diri anak. "Bakat, IQ, kejeniusan, banyak terkait faktor genetik; namun karakter adalah prestasi, suatu pencapaian nyata yang terbuka kemungkinannya bagi siapa saja, baik bagi kita orang dewasa maupun bagi anak-anak kita; dan kehebatan sejati dalam sebuah keluarga atau seorang individu dinilai dari karakternya. Orang-orang besar kita anggap besar semata-mata karena kekuatan karakter mereka." (Charlotte Mason, vol. 2 p. 72)
http://www.cmindonesia.com/1/post/2011/11/10-karakteristik-pendidikan-charlotte-mason.html


Belakangan ini pendidikan karakter mulai digaungkan, bahkan lesson plan atau RPP yang dibuat oleh guru harus menyertakan instrumen-instrumen karakter yang akan dicapai. Namun menurut saya itu tidak cukup, pada kenyataannya TETAP guru masih saja mengejar target kurikulum dan ANGKA raport, dan masih saja mengesampingkan perasaan anak-anak alih-alih membangun karakter mereka.

pernyataan tentang CM yang menguatkan metodenya adalah
The only means a teacher may use to educate children are the child's natural environment, the training of good habits and exposure to living ideas and concepts. This is what CM's motto "Education is an atmosphere, a discipline, a life" means.

If we can't use suggestion, affection or influence to motivate children to learn, what can we use? Three things--atmosphere, discipline and life. That may sound limiting, but those three things are more vast than we suppose!
http://www.design-your-homeschool.com/Charlotte_Mason_Your_Design.html


Saya masih belajar mengenai metode ini, banyak trial error dalam pembelajaran, namun untuk menyajikan sebuah lingkungan belajar dan menumbuhkan kebiasaan yang baik, saya mulai berpikir dan mencoba menggunakan metode Charlotte Mason ini, yang sampai sekarang masih digunakan di sekolah-sekolah Ambleside di seluruh dunia.
Berikut adalah yang saya coba lakukan di kelas beberapa waktu lalu :
Saya mencoba menggabungkan materi di kelas XII, Manajemen, Kewirausahaan dan Koperasi  (yang seharusnya diajarkan dalam waktu satu bulan ini, karena februari dan maret waktunya drill soal untuk Ujian Nasional. Beberapa guru lain bahkan sudah memulainya awal semester ini )

Seorang teman Ellen Kristi di grup CM mengatakan pada saya--CM berharap materi apa pun yang diberikan adalah materi yang menantang anak untuk mengerahkan segenap kemampuan otaknya. patokannya bukanlah apa yang anak *bisa* kerjakan, tetapi apa yang anak *seharusnya bisa* kerjakan. "seorang murid yang tidak pernah diminta melakukan apa yang belum bisa ia kerjakan, tidak akan pernah melakukan apa yang sebetulnya dia bisa kerjakan" (JS Mill). so, don't set the bar too low!--
 
Anak-anak sebut saja anak-anak DreamHigh Class, saya bagi kelompok kemudian saya minta untuk membaca buku yang berbeda, Muhamad SAW The Super Leader Super Manager karya Muhammad Antonio, Steve Job-karya Walter Isaacson, 10 Pengusaha Sukses Berbisnis dari Nol, Rahasia Bisnis Orang Cina, dan Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank, banknya orang miskin di Bangladesh--tiap kelompok saya minta menarasikan apa isi buku-buku itu--anehnya mereka tidak menolak, padahal jelas-jelas tidak bakal keluar di Ujian Nasional-
Baru kali ini mereka membaca buku yang agak serius, sebelumnya tentu saja, saya menceritakan sedikit isi dari buku-buku itu dan apa saja hal-hal yang menarik dari buku itu--sampai seorang anak nyeletuk--"pantes jadi sales buku.." hehe--Saya hanya berpikir mereka harus tertarik dulu apa yang akan mereka temui ketika mereka membaca buku-buku ini.


Saya tidak pernah memberikan PR dan tugas di rumah ke anak-anak jadi semuanya dikerjakan di sekolah ketika jam pelajaran saya. Setelah selesai intisari dari buku-buku tersebut di narasikan di depan kelas, dengan membuat semacam presentasi dengan menggunakan kertas karton dan spidol warna-warni, biar bisa di tempel di kelas, untuk kemudian jadi pengingat buat mereka.

Pekerjaan ini jadi sekitar 3 kali pertemuan, atau satu minggu. Selanjutnya tiba saat mereka mempresentasikan hasil bacaannya. Untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dan juga penghargaan atas apa yang telah mereka lakukan, saya mengundang anak-anak kelas lain yang ada jam kosong untuk hadir ke DreamHigh Class, walaupun ada beberapa anak yang menginginkan ikut, tapi ternyata tidak ada jam kosong di kelas mereka, bahkan ada dua orang anak kelas X yang nekat ijin ke guru piket untuk ikut pelajaran saya--*aneh kali ya, ijin guru piket biasanya karena sakit atau pulang terlebih dahulu, tapi ini malah karena ingin ikut melihat presentasi anak-anak


Presentasi mereka tentang Muhammad yunus
Diskusi karena ada pertanyaan yang belum bisa dijawab

Setelah diundi ternyata penyaji pertama adalah kelompok dengan buku Muhammad Yunus:
Menciptakan Dunia tanpa Kemiskinan--
Mereka dalam presentasinya menceritakan riwayat hidup Muhammad Yunus dan proses nya hingga beliau mengoperasikan 25 organisasi dalam kurun waktu 20 tahun. Kelompok ini juga menceritakan cara kerja Grameen Bank dan cara Grameen Bank menuntaskan kemiskinan.
Anak laki-laki ini bisa menjelaskan dengan baik semua pertanyaan yang diajukan

Untuk yang pertama kali membaca buku serius, apa yang dilakukan mereka memiliki beberapa kekurangan, terutama adalah penguasaan materi, ada beberapa hal yang esensial yang luput dari perhatian mereka, seperti misalnya apa yang dilakukan Grameen ketika ada nasabah yang kesulitan membayar kreditnya. padahal jika mereka menguasai buku itu, maka jawaban mereka akan menunjukkan perbedaan Grameen Bank dengan bank-bank konvensional yang seharusnya dapat dikembangkan di Indonesia. Setelah berdiskusi dan membuka-buka buku itu kembali, dan masih saja belum bisa menemukan jawaban yang pas, akhirnya mereka menjawab seadanya. *Ini kemudian saya ungkap di saat refleksi di akhir pelajaran, diiringi do'a semoga di saat dewasa nanti mereka dapat mendirikan bank atau koperasi yang qualified dan bertujuan untuk menolong orang banyak lepas dari kemisikinan seperti Grameen Bank.

Anak pendiam itu jadi moderator
Kelompok berikutnya adalah kelompok dengan buku 10 Pengusaha Sukses berbisnis dari Nol.
Kelompok ini menceritakan dua dari sepuluh pengusaha yang menurut mereka paling menarik kisah hidupnya pengusaha pengolah Seafood dan satunya pengusaha tas Exsport. Presentasi mereka cukup baik, mereka juga bisa dengan baik menjawab pertanyaan-pertanyaan teman-teman yang lain. Mereka mengungkapkan kiat-kita untuk menjadi pengusaha sukses; diantaranya"yang penting maju dulu, jangan cepat puas dengan hasil yang diraih, menjaga kepercayaan orang lain, tidak malu dihina dan direndahkan. Kiat-kiat ini tentu saja beberapa berbeda dengan yang ada di textbook, namun anak-anak mudah memahami karena mereka menerimanya dengan utuh dan dengan contoh yang nyata.
Yang menarik dalam kelompok ini, ada seorang anak laki-laki yang menurut guru-guru "nggak oke" (bolosan, nilai jelek, dll) , namun saat presentasi anak ini bisa menjelaskan dengan baik tokoh-tokoh yang ada di buku itu, dia terlihat sangat menikmati dan percaya diri.
Mencari jawaban atas pertanyaan teman-teman

Kemudian kelompok dengan buku Steve Jobs-Walter Isacsoon
Kelompok ini menceritakan riwayat hidup Steve Jobs yang termasuk tidak beruntung masa kecilnya, hingga Steve Jobs bisa mendirikan Apple, Pixar, Next dst. Mereka juga menceritakan lima pelajaran penting mengenai Management ala Steve Jobs--yang tentu saja berbeda dengan teori-teori lama Management yang ada di textbook-texbook mereka selama ini.
yang menarik dari kelompok ini, ada seorang anak yang biasanya pendiam, mau angkat bicara dan menjadi moderator, juga antusiasme mereka untuk menghabiskan 700an halaman buku ini

Kelompok dengan buku Muhamad SAW The Super Leader Super Manager karya Muhammad Antonio
Sebelumnya mereka mengungkapkan teori kepemimpinan yang ditemukan dalam diri Nabi Muhammad juga konsep Management yang dilakukan oleh Nabi Muhammad.
Menurut mereka buku ini terlalu berat bahasa nya, banyak istilah-istilah bahasa Inggris yang tidak mereka pahami, namun menurut saya usaha mereka untuk menarasikan buku ini sudah cukup bagus, walaupun masih banyak kekurangan disana sini, sesungguhnya akan lebih baik jika presentasi mereka dilengkapi dengan contoh yang dilakukan Nabi, dan perbedaan kepemimpinan dan manajemen pada umumnya.

Kelompok dengan buku Rahasia Bisnis Orang Cina, menurut saya kelompok ini adalah kelompok terbaik, karena mereka bisa mengungkapkan dengan gamblang mengapa bisnis orang Cina sebagian besar berhasil dan mendunia, juga perbedaan-perbedaan signifikan dengan sifat-sifat orang Indonesia, juga mengapa pengusaha Indonesia banyak tertinggal.

Most of all, saya cukup puas dengan presentasi mereka, keluhan yang saya dengar karena tebalnya buku atau karena bahasa yang sulit dimengerti, namun saya sangat menghargai semangat mereka untuk menyajikan apa yang menarik dari buku-buku yang mereka baca ke seluruh kelas.

Setelah mereka selesai presentasi saya meminta mereka untuk menuliskan kembali apa yang sudah mereka sajikan di depan kelas, termasuk beberapa koreksi dan pertanyaan yang mereka peroleh saat presentasi. Tujuan saya lebih pada mengkondisikan mereka dalam kelompok untuk merefleksi apa yang telah mereka lakukan sebelumnya.

Hasil presentasi mereka di tempel di belakang kelas
Saya tahu dan menyadari, ketidakbiasaan membaca buku agak menyulitkan mereka untuk berargumen dengan baik dan berdasar.  Tapi menurut saya mereka berhasil--di dalam buku buku itu ada ide-ide yang perlu dicerna. namun karena sifatnya naratif dan pemikiran yang utuh dari depan sampai belakang (bukan seperti buku teks yang umumnya sekedar menyajikan fakta-fakta dan poin-poin lepas), maka bisa lebih menggugah dan menantang mereka untuk bisa memahami maknanya-Ellen Kristi-

Sebagai langkah awal, semua yang mereka lakukan dan usahakan cukup menyenangkan, mereka tahu dan sadar bahwa apa yang mereka baca worth it buat mereka di masa yang akan datang, juga membuka wawasan mereka mengenai dunia dan berbagai permasalahan didalamnya, juga perjuangan-perjuangan orang-orang yang tanpa kenal lelah untuk mewujudkan impian-impian mereka.

Semangaaatt!!...(^.^)/..









4 komentar:

  1. Great teaching comes from a great teacher!

    BalasHapus
  2. Keren buk... saya pengelola paud... adakah saran ibu metode pembelajaran yg paling efektif utk ank paud.trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih,metode pembelajaran yang paling efektif tidak ada, karena metode berkembang terus, intinya disesuaikan dengan kompetensi dan karateristik anak, mereka adalah subyeknya
      Banyak banyak referensi saja ibu.
      Misalnya disini
      1. https://www.education.com/lesson-plans/kindergarten/ atau
      2. https://www.amblesideonline.org/
      3. http://www.cmindonesia.com/

      Semangaaattt untuk Indonesia yang lebih baik <3

      Hapus
  3. Luar biasa.
    Terima kasih sharing pengalaman mengajarnya Bu.
    Barakallah

    BalasHapus