Thanks to visit..(^.^)/..

Selasa, 22 April 2014

Apa Itu Homeschooling?

Judul tinggallah judul, tetapi saya menulis ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul hehe
Jawaban pertanyaan itu lengkap kap bisa dibaca di buku mas Aar Sumardiono terbaru -Apa Itu Homeschooling 35 Gagasan Pendidikan Berbasis Keluarga-

Bukunya keren, warna covernya rame saya suka, dan pengalaman pertama kali membaca buku dengan bab sambung menyambung, keren idenya. Saya baca sambil senyum senyum dan ber wow dalam hati, kenapa dalam hati, karena bacanya di angkot yang lagi ngetem hihihi

oooh oke oke ternyata pada protes nggak mau di php in sama judul hahaha, baiklah saya akan cerita sedikit tentang isi buku ini ... jreng jreng jreng

sebelumnya buku ini pas banget, kalau ketemu orang pas nanyain, anaknya kelas berapa? ooh anak saya homeschooler, oh homeschooling dimana? di rumah aja, oh datengin guru ke rumah ya? terus sosialisasinya gimana? biayanya gimana? belajarnya gimana? nhaa daripada nerangin susah susah, belikan saja buku ini....

Tulisan mas Aar mengalir enak sekali, kayak lihat keseharian keluarga mas Aar, Lala, Yudhis, Tata n Duta, yang belajar di rumah sejak 11 tahun yang lalu. Iya lho homeschooling itu semua anggota keluarga belajar termasuk ayah ibunya, dan homeschooling bukan lembaga pendidikan, bukan sekolah homeschooling yang selama ini dipandang masyarakat. Homeschooling adalah keluarga. Homeschooling adalah model pendidikan saat keuarga memilih menyelenggarakan sendiri dan bertanggungjawab pada pendidikan anak anaknya - gitu kata mas Aar di halaman 6.

Spirit dasar proses pembelajaran dalam homeschooling menurut mas Aar adalah, belajar apa saja yang diminati, belajar dimana saja yang disukai, belajar dengan cara apa saja yang sesuai, belajar kapan saja yang diinginkan, belajar dari siapa saja yang mencerahkan karena, belajar adalah hak, bukan kewajiban, dan belajar itu menyenangkan bukan membebani. p.14

Tulisan mas Aar di buku ini saya bangett.... *walah narsis tetep.. :P
Mengapa anak anak saya homeschooler karena keyakinan kembali pada fitrah bahwa guru terbaik dan paling utama adalah ayah ibu, bukan saya sok pe dhe
Nih, pendapat Dr. Raymond Moore, yang dikutip mas Aar di bukunya : Secara umum, guru terbaik atau pengasuh tidak dapat menyamai orang tua bahkan orang tua dengan pendidikan dan pengalaman yang biasa biasa saja. p.22
lanjut mas Aar di dalam homeschooling, peran alami dan kemampuan orang tua itu dihargai dan ditingkatkan kapasitasnya bukan dikerdilkan

Ada tiga hal yang paling jleb di saya, pertama tentang sosialisasi, yang dipahami masyarakat pada umumnya adalah sosialisasi horisontal dengan teman sebaya, kekhawatiran anak anak HS tidak punya teman sebaya, biasanya jadi alasan orang mendeskreditkan homeschooling, padahal sosialisasi vertikal atau lintas umur juga tidak kalah pentingnya, bahkan keluarga homeschooling justru merasa kekuatan himeschooling pada kebiasaan bergaul lintas usia, jadi lebih gampang kalau terjun ke masyarakat. p.47.
Coba deh sekarang saja nih, saya mesti kerja sekantor dengan teman teman rentang usia 15 th dibawah saya dan 20 tahun diatas saya, mesti pinter-pinter berkomunikasi biar tidak tersinggung, membedakan cara ngomong ke yang lebih tua dengan yang lebih muda, gimana mengendalikan diri supaya saya yang suka meledak ledak dan bercanda, tidak menyinggung perasaan semua orang.... "butuh usaha yang keras dan proses yang panjang lho, karena sejak kecil tidak banyak sosialisasi vertikal

terus yang kedua, customized education, p.31, karena anak itu subyek pendidikan, dan mereka unik, memiliki kompetensi dan karakter yang berbeda, jadi materi, program, cara belajar yang dipakai untuk anak juga beda beda.

saya kok jadi inget murid murid saya di sekolah, yang 35 itu, 35 keunikan, 35 kompetensi, 35 kepribadian saya paksa untuk belajar materi yang sama, evaluasi yang sama.... *uh nyesek deh jadinya

yang ketiga,  belajar modular, adalah proses belajar yang disusun berdasarkan mata pelajaran, bukan paket pelajaran, anak belajar sesuai kecepatannya masing masing untuk setiap mata pelajaran. p.91, maksudnya ... hehe baca sendiri di buku mas Aar ya
Saya jadi inget kelasnya Toto Chan, di awal pelajaran, guru memberikan kebebasan ke Toto Chan dan teman teman untuk memilih terlebih dahulu mata pelajaran yang akan dipelajari pertama kali, jadi dalam satu kelas ada anak yang belajar math, yang lain IPA, yang lain menulis, yang lain menggambar dalam waktu yang bersamaan..... *uuh bikin tambah nyesek gak sih

Penasaran kan pingin baca, beli dimana mana ada kok, worth it banget dah... beneran, akan ketemu yang ajaib ajaib deh di buku ini, terutama cara pandang kita, akan tambah melebar dan meninggi....

kalau mau kenalan sama keluarga mas Aar yang menyenangkan bisa berkunjung ke http://www.rumahinspirasi.com

Salam Semangaaatttt!!...(^.^)/...

4 komentar:

  1. Bu saya annisa mahasiswa fkip dri univ lampung, saya membaca artikel bahwa ibu memberikan pelayanan ujian paket secara gratis. Saya ingin bertanya bagaimana sebenarnya prosedur pendaftaran ujian paket yang gratis tersebut. Saya dan kawan" saya ingin membantu anak" putus sekolah di salah satu daerah terpencil di lampung untuk mendapatkan ijazah dengan ujian paket ini, kami akan memberikan pengajaran kompetensi yang diperlukan untuk menjawab soal ujian secara graris, namun kami belum tahu bagaimana cara mendftarkan mereka untuk ujian paket bu. Terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dik Annisa yang baik, ada dua cara yang bisa dilakukan :
      1. Membentuk komunitas belajar lalu bekerjasama dengan PKBM setempat dalam peyelenggaraan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan
      2. Langsung membuat PKBM untuk ini persyaratan yang diperlukan dan bagaimana prosedurnya bisa menghubungi Diknas setempat

      Semangat untuk Indonesia yang lebih baik...:)

      Hapus
  2. Terimakasih bu telah bersedia menjawab pertanyaan saya :)

    BalasHapus