Rabu, 14 Desember 2011

[KLIPING] Tak Ada Kedewasaan Instant

by Mohammad Fauzil Adhim on Wednesday, December 14, 2011 at 8:04pm
 
Makanan dan minuman boleh instant. Tanpa bersusah meracik, setiap orang bisa membuat mie dengan rasa yang sama. Tak ada bedanya kopi bikinan anak kecil dengan hasil seduhan orang dewasa. Sebabnya, mereka sama-sama pakai kopi instant. Tanpa perlu memahami karakter kopi, setiap orang bisa menghidangkan kopi dengan rasa yang cukup enak di lidah karena bahannya instant. Tetapi, samakah kopi instant dengan kopi yang diracik secara khusus oleh koki berpengalaman? Sangat berbeda. Sebagaimana berbeda sekali nilai dan harga sebuah jam tangan yang dibuat oleh tangan seorang ahli yang terampil dan berpengalaman dengan arloji pabrikan yang dalam waktu sehari bisa memproduksi ratusan dan bahkan ribuan keping.

Tak ada kecerdasan instant. Apalagi kedewasaan. Kita mungkin bisa menjadikan seorang anak tiba-tiba tampak hebat karena mampu menggambar, menulis atau membaca dengan mata tertutup. Tetapi sangat berbeda kemampuan menebak, menginderai dan mengenal dengan kemampuan mencerna, memahami, memikirkan dan mengembangkan sebuah konsep. Hari ini, banyak orangtua yang bersibuk-sibuk menjadikan anaknya tampak hebat, tetapi lupa membangun pilar kehebatan itu sendiri.

Sesungguhnya, taraf kemampuan kognitif anak bertingkat-tingkat secara hierarkis. Dan pendidikan berkewajiban mengantarkan setiap anak agar mampu mencapai taraf kognitif yang setinggi-tingginya. Taraf paling rendah adalah pengetahuan. Ini merupakan kemampaun untuk mengetahui, mengenal dan mengingat apa-apa yang sudah ia pelajari. Ia bisa mengulang kembali dan menyampaikan kepada orang lain. Di negeri ini, pelajaran di kelas dan ujian di sekolah kerapkali hanya menakar kemampuan kognitif terendah, yakni pengetahuan.

Berbagai teknik atau trik yang banyak diperkenalkan (lebih jelasnya: dijual) kepada masyarakat umumnya sebatas membantu anak mencapai kemampuan kognitif terendah. Bukan mengembangkan kemampuan berpikir. Lebih-lebih cara berpikir, umumnya hampir tak tersentuh. Tetapi inilah yang paling mudah kita lihat: atraksi kebolehan dan demonstrasi yang menunjukkan perubahan cepat luar biasa. Karena terpukau, kita kemudian kehilangan daya berpikir kritis tatkala para trainer itu mengatakan bahwa trik-trik tersebut membangun karakter anak! Padahal yang dimaksud bukan karakter.
Yang dimaksud hanyalah sebatas kemampuan kognitif. Paling jauh keterampilan sosial yang bernama sopan santun.

Sungguh, sopan santun sangat berbeda dengan karakter. Sebagai keterampilan, sopan santun merupakan bagian dari kecakapan sosial. Sementara karakter lebih banyak berkait dengan kualitas personal pada diri seseorang. Karakter bermula dari kesadaran terhadap nilai-nilai (bukan sekedar tahu atau bahkan paham), partisipasi atau kesediaan untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, penghayatan nilai, pengorganisasian nilai dan barulah kemudian sampai pada tingkat karakterisasi diri. Yang dimaksud dengan penghayatan nilai adalah kemampuan untuk menerima nilai dan terikat kepadanya. Sedangkan pengorganisasian nilai merupakan kemampuan untuk memiliki sistem nilai dalam dirinya. Sampai pada tingkat ini, karakter masih belum terbentuk. Karakterisasi baru terjadi apabila seseorang telah mampu memilih nilai sebagai gaya hidup (life style) dimana sistem nilai yang terbentuk mampu mengawasi tingkah lakunya.

Jumat, 09 Desember 2011

[KLIPING] Dua jenis guru ---- guru kognitif dan guru kreatif

By. Rhenald Kasali


Guru-guru kreatif-LKIG LIPI 2009
Di Hari Pendidikan lalu, saya bertemu dua jenis guru. Guru pertama adalah guru kognitif, sedangkan guru kedua adalah guru kreatif. Guru kognitif sangat berpengetahuan. Mereka hafal segala macam rumus, banyak bicara, banyak memberi nasihat, sayangnya sedikit sekali mendengarkan.

Sebaliknya, guru kreatif lebih banyak tersenyum, namun tangan dan badannya bergerak aktif. Setiap kali diajak bicara dia mulai dengan mendengarkan, dan saat menjelaskan sesuatu, dia selalu mencari alat peraga. Entah itu tutup pulpen, botol plastik air mineral, kertas lipat, lidi, atau apa saja. Lantaran jumlahnya hanya sedikit, guru kreatif jarang diberi kesempatan berbicara. Dia tenggelam di antara puluhan guru kognitif yang bicaranya selalu melebar ke mana-mana. Mungkin karena guru kognitif tahu banyak, sedangkan guru kreatif berbuatnya lebih banyak.

 Guru Kognitif

Guru kognitif hanya mengajar dengan mulutnya. Dia berbicara panjang lebar di depan siswa dengan menggunakan alat tulis. Guru-guru ini biasanya sangat bangga dengan murid-murid yang mendapat nilai tinggi. Guru ini juga bangga kepada siswanya yang disiplin belajar, rambutnya dipotong rapi, bajunya dimasukkan ke dalam celana atau rok, dan hafal semua yang dia ajarkan. Bagi guru-guru kognitif, pusat pembelajaran ada di kepala manusia, yaitu brain memory. Asumsinya, semakin banyak yang diketahui seseorang, semakin pintarlah orang itu.

Dan semakin pintar akan membuat seseorang memiliki masa depan yang lebih baik. Guru kognitif adalah guru-guru yang sangat berdisiplin. Mereka sangat memegang aturan, atau meminjam istilah para birokrat (PNS), sangat patuh pada ”tupoksi”. Saya sering menyebut mereka sebagai guru kurikulum. Kalau di silabus tertulis buku yang diajarkan adalah buku ”x” dan bab-bab yang diberikan adalah bab satu sampai dua belas, mereka akan mengejarnya persis seperti itu sampai tuntas.

Karena ujian masuk perguruan tinggi adalah ujian rumus, guru-guru kognitif ini adalah kebanggaan bagi anak-anak yang lolos masuk di kampus-kampus favorit. Kalau sekarang, mereka adalah kebanggaan bagi siswa-siswa peserta UN. Sayangnya, sekarang banyak ditemukan anak-anak yang cerdas secara kognitif sulit menemukan ”pintu” bagi masa depannya. Anak-anak ini tidak terlatih menembus barikade masa depan yang penuh rintangan, lebih dinamis ketimbang di masa lalu, kaya dengan persaingan, dan tahan banting.

Saya sering menyebut anak-anak produk guru kognitif ini ibarat kereta api Jabodetabek yang hanya berjalan lebih cepat daripada kendaraan lain karena jalannya diproteksi, bebas rintangan. Beda benar dengan kereta supercepat Shinkanzen yang memang cepat. Yang satu hanya menaruh lokomotif di kepalanya, sedangkan yang satunya lagi, selain di kepala, lokomotif ada di atas seluruh roda besi dan relnya.

SAYEMBARA NIKMATNYA MENULIS...\(^.^)/..


Kelanjutan dari proyek saya terdahulu http://untukanakbangsa.blogspot.com/2011/11/nikmatnya-membaca.html saya membuatnya dengan cakupan yang lebih luas yaitu anak-anak satu sekolahan, pengumuman dibawah ini saya tempel dan saya sebar dimana-mana beberapa hari yang lalu, hasil sementara Alhamdulillah sudah ada 15 tulisan yang masuk dari berbagai kategori, saya masih terus menunggu tulisan-tulisan karya mereka karena batas waktunya masih tanggal 31 Desember 2011--tulisan-tulisan anak-anak itu dapat disimak disini http://kemerdekaanmenulis.blogspot.com/ ikut beri dukungan buat mereka yaa

caranya : KLIK salah satu LUCU, MENARIK, atau KEREN, atau klik di JUDUL atau juga dapat memberi sedikit komentar, koreksi atau kritik pada setiap tulisan mereka, tulisan favorit dan terbanyak disimak dan dikomentari akan menjadi pertimbangan tersendiri

 

SAYEMBARA NIKMATNYA MENULIS..\(^.^)/

Mumpung liburaaannn…


untuk menumbuhkan minat membaca dan menulis, diselenggarakan sayembara Nikmatnya Menulis, diselenggarakan oleh Klub Menulis Seuta

Kategori Lomba :

1.    Membuat review dari buku yang paling disukai (lihat contoh diblog : http://untukanakbangsa.blogspot.com cari judul “Nikmatnya membaca..\(^.^)/..”)

2.    Menulis cerita bebas (novel, cerpen, puisi, komik, artikel, skrip drama dll)

3.    Menulis pengalaman buruk membaca


Ketentuan Lomba:
1. Peserta Lomba seluruh siswa MAN Salatiga dari kelas X hingga kelas XII
2. Untuk kategori 1 dan 3, tulisan hendaknya jelas, dan spesifik, jika bagus, terus bagusnya dimana, kalau seru-serunya dimana-, dst.
3. Semua tulisan di tulis di Note/Catatan Facebook masing-masing dan wajib menandai atau tag Lea Kesuma (Search: leakanzen@yahoo.com kemudian add); di note/catatan tulis juga nama lengkap dan kelas
4. Jika tidak memiliki account Facebook, tulisan dapat ditulis di selembar kertas folio bergaris, dikumpulkan di sekretariat Klub Menulis Seuta Jl. Kauman No. 3 Salatiga
5.  Setiap peserta boleh mengirim tulisan sebanyak-banyaknya, baik kategori 1, 2 dan 3

6.  Hadiah berupa trophy, uang tunai dan buku dari sponsor
8.  Batas akhir pengiriman adalah 31 Desember 2011
Catatan : Sayembara ini sudah dilakukan bulan lalu dan pemenangnya adalah Fauzul Abadi kelas XI IS 3 dan Shofatun Jamilah kelas XII IS 2—(pesertanya khusus kelas XII IS 2 dan XI IS 3), karena hasilnya oke maka kegiatan dilanjutkan dengan skope yang lebih besar (satu sekolahan)
SO TAKE YOUR CHANCE AND DO YOUR BEST SEMANGAATTT!!..(^.^)/..

Selasa, 06 Desember 2011

[KLIPING] Selamat Datang Kurikulum 2015

Oleh Rahadian P. Paramita
Sumber : http://pendidikan-alternatif.blogspot.com/2011/04/selamat-datang-kurikulum-2015.html

Pic. source : brighthub.com

Perubahan kurikulum pendidikan nasional? Bukan. Judul proyeknya adalah Penataan Ulang Kurikulum. Kurikulum baru ini diharapkan mulai diterapkan secara nasional mulai tahun 2015. Jadi, Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) yang selama ini berlaku, akan ditata ulang. Mungkin karena dianggap masih berantakan.

Landasan Kebijakan Penataan Ulang Kurikulum

  • RPJMN 2010-2014;
Enam substansi inti program aksi bidang pendidikan yang harus dicapai pemerintah berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Keenam substansi ini meliputi 1) Akses Pendidikan Dasar dan Menengah yang harus meningkat, 2) Akses Pendidikan Tinggi yang juga harus meningkat, 3) Penerapan metodologi pendidikan yang menyeluruh (holistik), 4) Peningkatan pemeran kunci dalam Pengelolaan pendidikan dan kependidikan, serta 5) penataan ulang kurikulum yang dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah, dan sekolah, dan 6) Peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.
  • Peraturan lain yang terkait;
UU No. 8/2005 tentang Penerapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 3/2005 tentang Perubahan atas UU. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah (Pembagian wewenang dan sektornya). Kepala Dinas Provinsi dan Kab/Kota seharusnya menjalankan fungsinya secara optimal untuk mengarahkan kurikulum sesuai kebutuhan di tingkat lokal.
  • Renstra Kemendiknas 2010-2014;
Penerapan metodologi pendidikan Akhlak Mulia dan Karakter Bangsa, dan Pengembangan metodologi pendidikan yang membangun manusia berjiwa Kreatif, Inovatif, dan Sportif, dan Wirausaha. Ini adalah gagasan yang dilandasi oleh Instruksi Presiden, yang juga sudah diluncurkan panduannya.
Alur Pikir Penataan Kurikulum


Seperti yang bisa Anda lihat pada gambar di atas, penataan kurikulum maunya mencakup tiga hal,


(1) Penguatan Pelaksanaan KTSP; Diharapkan memperkuat metodologi pembelajaran yang mengaktifkan dan mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan, pendidikan budaya dan karakter bangsa, dan pendidikan ekonomi kreatif. Pendidikan kewirausahaan dan ekonomi kreatif, artinya ke depan kurikulum kita akan menghasilkan lulusan pendidikan menengah yang cakap untuk mandiri, mengembangkan usaha sendiri tanpa tergantung pada dunia industri. Pendidikan budaya dan karakter bangsa, diharapkan manusia Indonesia kembali berbudi pekerti yang luhur, berbudaya, dan memiliki karakter kebangsaan yang tangguh.


(2) Pengkajian Materi KTSP;
Pemetaan ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi serta kualifikasi kemampuan lulusan (PAUD, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK, dan PNF). Ruang lingkup materi yang selama ini tercantum dalam Standar Isi dan Standar Kelulusan akan ditinjau kembali, ditata ulang agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.


3) Pengelolaan Kurikulum Sekolah;
Bahan usulan/masukan yang dapat digunakan untuk menyempurnakan UU Sisdiknas saat ini. Selama ini padahal KTSP sudah berbasis kebutuhan lokal, tetapi karena implementasi Cakupan Materi KTSP tidak tepat, maka yang terjadi masih penyeragaman kurikulum. Ke depan, benar-benar akan ditentukan oleh maisng-masing satuan pendidikan.

Sabtu, 03 Desember 2011

Nikmatnya Membaca...\(^.^)/..

Sebulan yang lalu saya minta anak-anak (level SMA klas 3 dan kelas 2), untuk membaca buku yang mereka sukai, saya bilang ini tugas penting dari saya.(saya tidak pernah memberi PR atau tugas di rumah, jadi mereka merasa "gak biasanya").
tugasnya adalah membaca bebas buku apa saja termasuk komik pokoknya yang mereka sukai, kemudian setiap selesai baca buku, saya minta mereka untuk menuliskan perasaan mereka di note di FB dan wajib tag saya. Rentang waktu sampai akhir november sebelum tes akhir semester, yang paling banyak baca nanti ada hadiah dari saya, yang menarik mereka tidak mau saya menyebutkan hadiahnya apa, ya sudah surprise saja...

 beberapa hari kemudian saya menemukan tulisan di wall saya, mengenai buku-buku yang mereka baca, berikut beberapa anak yang menuliskan komentar mereka mengenai buku kesukaan mereka..*sebelumnya mesti sabar ya bacanya hehe


Buk saya sudah baca
judul : BP20-ketika jemari ku menari
kesan : dapat mengetahui semua profil bambang pamungkas dari kecil hingga besar.
Lea Kesuma menurutmu apa saja yang bikin kamu suka sama BP
November 6 at 1:08pm · Like
Handan Ardiyanto Prose menuju sukses yang di lakukan buk
November 6 at 1:22pm · Like
Lea Kesuma apa aja prosesnya?
November 6 at 1:58pm · Like
Handan Ardiyanto Ya dia kalau libur latihan sering nambah latihan sendiri
jadi melatih apa kekurangan dia
November 6 at 2:44pm · Like
Lea Kesuma apa kekurang BP
November 6 at 3:04pm · Like
Handan Ardiyanto Kaki nya panjang sebelah
November 6 at 7:19pm · Like
Lea Kesuma kalau panjang sebelah kesulitannya dimana? dan bagaimana dia mensiasatinya
November 6 at 7:23pm · Like
Handan Ardiyanto Di tidak menghiraukan kalo kakinya panjang sebelah dia menutupi kelemahanya dengan kelebihan yang dia miliki
kelebihanya adalah jumping yang sngat tinggi
November 6 at 7:27pm · Like
Lea Kesuma menurut mu BP orangnya gimana
November 6 at 7:27pm · Like
 
Judul buku : jalan cinta para pejuang
(Salim A. Fillah)
di jalan cinta para pejuang kita slalu menjg pandangan karena sebg!An hak kita dan yg lain adalh milk syaithan.Dan menjga pendngaran karena telinga sering kali membntk byang2 di celah otak.Menjga indera pembau krna syahwat dtang tanpa mengtk pntu.Dan kulit jg dr.Snthan2 yg tak dperknankan krna knanganya slt dlpakan.SepRTI sabda dlm redaksi imam ath thabrani dan al baihaqi jauh lbh baik drpd menynth kulit yg tak halal bg kita .

Biyin Thewhatshobir
judul buku : PULANG
nama pengarang :arpad goncz

awal cerita:
Dia masih merasa kehabisan nafas setelah naik tangga sampai ke lantai ketiga dan tidak inggi mmbuyian bel sebelum nafasnya pulih. lewat kaca pintu depan yg agak tembus pandang terlihat jelaz yala cahaya dari dalam
"pasti dia d rumah. lampu d dalam menyala ."dilihatnya tanaman hijau kusam dsudut koridor selaps debu menyelimuti tanaman itu .

akhir cerita
Pada malam hari,waktu hujan deres, wanit itu berkata " saya harus pergi ke menterian . saya tidak tahu pukul berapa akan kembali".
wanita tua yg kecil dan bulat itu mangangguk tak bersuara.
berangkatlah dia ,dan hingga dia menutup pintu di belakangnya , dia merasa pandangan mata sekretaris itu terus mengikutinya.
Dia ketahuan. dan d penjara.
akhirnya setelah beberapa bulan,kekuasaan itu d pegang oleh wanita muda (swedia)
.inti ceritanya adalah memperebutkan suatu kekuasàn. 
Unlike · · See Friendship · November 1 at 10:15a
You and AwwaLiianaa Anata Owarimasu like this 
 Lea Kesuma tapi aku gak nangkep ceritanya, kok kayak yang biasa ditulis di belakang buku ya..hehe..:) November 2 at 7:47pm · Like
Biyin Thewhatshobir La.Teruz.Gimana.bU?
November 6 at 1:30am · Like
Lea Kesuma wkwkwkwk---kesanmu aja deh abis baca cerita itu gimana rasanya
November 6 at 8:55pm · Like
Biyin Thewhatshobir Ya.biza, memetik. Hikmanya?
.misalya, janganlah kaw.berbuat curang hanya demi Yang kita ingikan
November 7 at 6:59am · Like
Lea Kesuma nyeritain tentang apa sih bukunya...
November 7 at 5:17pm · Like


buk nie kisah yg di karang oleh M.FHAZHA kisah nie dibuat berdasar kan kehidupan si pengarang
judul dari kisah ini yaitu SEORANG ANAK YG MERINDUKAN KASIH SAYANG KE2 ORTU NYA

awal mulanya ketika berusia genap 1th dia di tinggal kedua ortu nya keluar negeri untuk mencari nafkah bwat anaknya , dia pun dititipkan kpd kakek nenek nya , saat dia berusia genap 11th kedua ortunya itu pun pulang , dg rindunya anaknya itu menyambut dg gembira dan suka cita atas kepulangan kedua ortunya. . . . ,:)
AKHIRNYA. . . . ,setelah dia beranjak dewasa dia menjadi miliyader c0z dia memiliki DISTRO yg mpy cabang di berbagai negara besar coz dia ingin memasarkan product dalam negeri kita yaitu TANAH AIR kita INDONESIA , biarpun begitu dia pun baik hati , tidak s0mb0ng. . . . ,
menurut saya pribadi kisah nie bgus buanget cz mengajar kan bahwa hidup tu harus TETAP SEMANGAT menghadapi semua ini :)
Lea Kesuma top fauzhul..tak tunggu kisah-kisah yang lain...Semangaaatt!!...(^.^)/..
October 29 at 7:34pm · Like
Fhauzhull Bukhandt Phechundhank oookkkeee buk. . . . ,(^.^)>. . . ,
October 29 at 7:57pm · Like
Soleh Rezpector Buk inie yang ngarang fauzul sendiri deng buk,
ini pengalaman hidupnya fhauzul,
nama pengarangya sok2'an diplesetin jdi M.FAZHA,
pdagal itu M. FAuzul Abadi,
October 31 at 7:37am · Like
Soleh Rezpector Buk cerita inie kisahnya fhauzul,
tapi alur ceritanya dipleset2in dikit.
October 31 at 7:40am · Like
Fhauzhull Bukhandt Phechundhank tau aja kamu
tp kan aq generasi muda yg kreatif n bisa membuat kisah yg berbobot gak seperti loe :)
October 31 at 4:35pm · Like
November 1 at 6:19pm · Like
Lea Kesuma ya gak papa kan berarti fauzhul pinter nulis cerita..., siapa tahu jadi saingan JK Rowling.. tak tunggu cerita-cerita yang lain zul...Semangatt!!..(^.^)/..
November 3 at 10:32am · Like
Fhauzhull Bukhandt Phechundhank Oke buk siapht (^_^)>. . .hehehe 


Seminar yang menyenangkan...(^.^)/..(bag 2)

*Ternyata nggak tahan saya menulis nanti-nanti soalnya mumpung masih anget di kepala hehe

Pak Alex moderator yang baik hati-bikin saya tambah pede :)
Setelah rehat sholat jum'at tibalah giliran kami secara panel tampil di depan untuk menyajikan karya penelitian tindakan kelas yang pernah kami lakukan di depan para mahasiswa Pendidikan Ekonomi. By the way, oke lho idenya, jadi mahasiswa diharapkan tahu benar apa yang akan mereka hadapi ketika mereka terjun langsung di sekolah.
Ada 4 penyaji, Drs.Sutikno, M.Pd, Dra. Yuliati Eko Atmojo, M.Pd, Nining Maryaningsih, S.Pd dan saya, sebenarnya kami nggak janjian namun ternyata sebagian besar karya kami membahas hal yang sama tentang pembelajaran akuntansi, menurut saya ini membuktikan bahwa kesulitan dan masalah yang terjadi di kelas sebagian besar karena akuntansi, dan kami berusaha merubah mind set anak-anak bahwa akuntansi itu ternyata mudah dan menyenangkan
Pak Sutikno menggunakan metode Jigsaw untuk menjelaskan Jurnal Khusus, Ibu Yuli Eko menggunakan metode Gallery Accounting ciptaannya untuk menjelaskan siklus akuntansi perusahaan jasa, Ibu Nining yang menciptakan teknik baru P4DP3 untuk menjelaskan materi komunikasi bisnis, dan saya sajikan metode jelajah pasar dan accounting game untuk menjelaskan transaksi-transaksi akuntansi perusahaan dagang bisa di donlot disini http://www.docstoc.com/docs/document-preview.aspx?doc_id=58226196.
*aduh saya kok lupa ya minta karya beliau-beliau siapa tahu boleh di share disini

yang menarik, sekali lagi adalah pertanyaan-pertanyaan mahasiswa dan juga dosen, diantaranya;

1. Apa sih menariknya PTK?

2. Apa makna melayani bagi anda semua (kami berempat)?
3. Ide-ide inovasi pembelajaran dasarnya dari mana (pertanyaan ini ditujukan pada saya)
4. Sebenarnya mau dibawa kemana pembelajaran akuntansi ini

Ssst PTK nggak menarik kok hehe, yang menarik adalah ketika kita melakukannya di dalam kelas, (anggap saja ini tambahan jawaban saya tadi ya..). Sesungguhnya pada awalnya saya tidak pernah berpikir catatan-catatan saya tentang pembelajaran yang saya lakukan di kelas selama ini sejak tahun 2003 bisa ditulis menjadi classroom action research. Saya hanya merancangnya, jika tidak berhasil saya lakukan inovasi dan refleksi dari yang sudah saya lakukan, lesson plan saya buat se rinci mungkin, sehingga mempermudah saya ketika berada di kelas, seringnya saya terkejut dengan dampak dari rencana saya, banyak hal yang tak terduga seperti misalnya http://untukanakbangsa.blogspot.com/2010/11/belajar-itu-menyenangkan.html atau ini http://untukanakbangsa.blogspot.com/2011/10/my-dream.html yang ini juga http://untukanakbangsa.blogspot.com/2011/10/mereka-bosan-need-space-to-sit-and.html saya tidak pernah memperkirakan apa yang akan terjadi dengan metode pembelajaran yang saya terapkan, tepatnya saya sering terkejut dengan reaksi anak-anak baik yang positif maupun negatif. Nha catatan-catatan ini kemudian tinggal dibikin ilmiah, dikasih tujuan, dikasih landasan teori trus cerita deh di bab pembahasan, gampang kan.. sebetulnya judul penyajian saya seharusnya CMIIW hehe, karena selama ini saya belajar sendiri tidak ada pembimbing, yang membimbing saya adalah juri-juri saat saya presentasi untuk lomba karya ilmiah, jadi kalau presentasi kemarin saya sempat dikritik pak Bambang saya senang sekali..\(^.^)/..

Pertanyaan berikutnya ini favorit saya, "makna melayani"--pertama jadi guru itu mesti SUKA dulu CINTA dulu, kalau sudah suka pasti akan all out, sepenuh hati melayani, banyak belajar dan membaca dan harus open mind, sehingga ketika ada permasalahan yang terjadi dengan anak-anak kita bisa menghadapinya dengan bijak dan menyenangkan. Tidak usah berpikir tentang gaji, tentang sertifikasi, just do your best semua itu akan mengikuti dengan sendirinya. Sedikit cerita saya baru diangkat PNS 2005 ujian murni, sebelumnya saya guru kurang kerjaan, saya suka sekali membuat media pembelajaran, permainan di kelas, penelitian iseng untuk lihat kenapa anak-anak tidak suka belajar dan sempat jadi bahan tertawaan karena materi pelajaran saya agak terlambat selesai, dan dibilang guru baru sok rajin, tapi terus maju saja yang penting anak-anak nyaman belajar bersama saya. Tanpa diduga saya terdaftar sebagai calon penerima tunj. sertifikasi tahun 2007, walau nilai saya cuma 760 (harusnya untuk lulus 850) karena belum pernah ditugaskan untuk diklat, sehingga harus PLPG 2008, saya mulai terima januari 2009--tunjangan diterimakan tiap bulan--(saya PNS Kemenag) tanpa pungutan dan kolusi suerr. Saya juga suka iseng bikin-bikin metode "aneh-aneh" tapi alhamdulillah sering dapet duit karena itu--kalau menang kan hadiah duitnya lumayan hehe
Jadi cintai saja profesi ini, lakukan yang terbaik dan tulus karena Allah..:) let it flow yakin pasti banyak kejutan yang menyenangkan yang tidak pernah terpikirkan oleh kita *saya sudah buanyak bukti tentang ini


Ibu Mur, dosen akuntansi favorit mahasiswa PE..:)
Ide-ide inovasi pembelajaran yang saya buat dasarnya dari mana, (ini pertanyaan bu Mur ibu dosen..) Awalnya tentu karena ada masalah di kelas, masalah dengan anak-anak, masalah mensinkronkan materi pelajaran dengan kondisi anak-anak (yang umumnya terbebani dengan banyaknya tugas dan materi pelajaran)--saya ingin membuat semua materi pelajaran yang saya ajarkan serasa ringan dan mudah, sehingga mereka bisa nyaman belajar. Untuk ide Jelajah pasar muncul karena saya baca buku CTL Elaine B Johnson dan yang accounting game saya searching di internet kemudian saya buat dengan corel draw dengan melihat trend kesukaan anak-anak, saya gunakan gambar-gambar yang menarik seperti personil Avanged Sevenfold untuk cover uangnya dan lain-lain. Tujuan saya (menjawab nomer 4 sekalian) sebenarnya bagaimana menumbuhkan kesukaan belajar pada anak-anak sehingga mereka dapat menjadi pembelajar sejati (yang ini tadi lupa belum disampaikan) jadi bukan hanya akuntansi saja tapi bagaimana membuat mereka SUKA belajar, pernah saya tulis disini http://untukanakbangsa.blogspot.com/2010/12/school-is-choice.html

Sungguh pengalaman yang luar biasa, dosen-dosen yang ramah, menyenangkan, terbuka dan baik hati, sebagai guru "nggak normal" saya sangat terapresiasi dengan kesempatan ini terimakasih pak Bambang, terimakasih bu Yuli Eko (my soulmate), terimakasih bu Mur, terimakasih pak Alex, terimakasih pak Sutikno, terimakasih bu Nining (eh bu Maria kata pak Alex) dan mostly terimakasih adik adik mahasiswa FKIP PE UKSW yang smart dan kritis, KEEP DO YOUR BEST Semangaatt!!!...(^.^)/..





Seminar yang menyenangkan..(^.^)/ (bag.1)

Drs. Muh. Haris, M.Si, Dr. Samtono & Dr. Bambang Ismanto
Saya biasa menulis bebas, sekarang sempat bingung juga ketika ditantang seorang Dr. Bambang Ismanto Kaprogdi FKIP jurusan Pendidikan Ekonomi UKSW, untuk menulis ulasan mengenai kegiatan seminar hari Jumat, 2 Desember kemarin. Hmmm tapi karena UKSW kampus yang menjunjung kebebasan berpendapat juga orang-orang yang open mind, saya akan tetap menulis seperti biasanya aja deh ya...just the way I am..

Awalnya sempat surprise juga, ketika sebuah sms datang, bahwa saya diminta menulis nama lengkap dan gelar karena akan dijadikan anggota jaringan peneliti pendidikan kota Salatiga oleh Bambang Ismanto, saya sering dengar nama ini, tapi darimana beliau tahu nomer HP saya.
Hmm saya ingat punya teman baik senasib sepenanggungan, Ibu Yuli Eko dari SMAN 2 yang sering sekali merekomendasikan saya ke kolega-koleganya, yang membuat saya sering haru..(*ada cerita tentang kami berdua, karena prestasi kami, karena semangat kami membuat kami sedikit kesulitan--yang detailnya tidak dapat saya ceritakan disini hehe)

Benar dugaan saya, ibu Yuli merekomendasikan saya ke pak Bambang, mudah-mudahan saya tidak mengecewakan ya..

Selain menjadi anggota jaringan peneliti tersebut ternyata saya juga diminta untuk menyajikan karya tulis saya didepan mahasiswa beliau, mahasiwa FKIP progdi Pendidikan Ekonomi. Walah-walah Alhamdulillah akhir tahun yang membahagiakan, setelah terbitnya modul saya, juara essay, rev buku Pusbuk, beasiswa S2, sekarang mendapat tawaran yang memang saya suka...what a blessing world

Acara hari itu dimulai dengan seminar mengenai Revitalisasi Salatiga sebagai Kota Pendidikan oleh Wakil Walikota dan Masalah Kebijakan Pendanaan Pendidikan oleh Dr. Bambang Ismanto, M.Si

Drs. H.Muh. Harris, M.Si - Wakil Walikota yang humble
Tapi saya tidak begitu menangkap dengan jelas maksud pak Wawali yang ternyata sangat humble itu, selain peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, dan tujuan pendidikan yang terkesan masih akademis. *kenapa nggak nanya?..sebagai guru MAN saya ini abu-abu, berada dan mengajar anak-anak Salatiga, namun segala kebijakan dan dana saya ikut Pusat, saya tidak bisa ikut MGMP kota lagi, tidak bisa ikut bikin soal tryout UN lagi, tidak bisa dapet fasilitas dari Pemkot...*dan saya maklum sekalilah

Menurut saya, tujuan pendidikan yang akan dicapai mestinya jelas terinci tidak normatif, masalah-masalah yang terjadi, prosentase keberhasilan dan kegagalan juga jelas, dan juga penyebabnya. Pelatihan guru juga bukan sekedar basa-basi untuk menghabiskan dana, namun memang sungguh untuk meningkatkan kualitas guru. Sebenarnya dari rumah saya sudah berandai ingin bicara mengenai sistem pendidikan di Finland, dimungkinkan kah diterapkan di kota kecil ini, mengingat kebijakan pemerintah tentang kurikulum KTSP sangat fleksible dan cenderung membebaskan sekolah untuk mengeksplore apa yang dimiliki sekolah, namun belum ada sekolah negeri yang berani untuk murni menerapkan KTSP di sekolahnya.

Kemudian tentang kebijakan pendanaan yang disampaikan Dr.Bambang Ismanto, adalah hasil penelitian desertasinya, yang ternyata kita punya dana yang lebih dari cukup kok untuk mendanai penyelenggaraan pendidikan di kota Salatiga ini. Saya berharapnya sih ada prosentase yang besar untuk pelatihan guru yang sungguh-sungguh berkualitas. Saya baru membaca buku John Holt-How Children Fail yang ternyata penyebab terbesarnya adalah Guru--so jika ingin pendidikan berkualitas, tingkatkan kualitas gurunya dulu, rubah paradigma pendidikan konvensional yang masih saja ada di kepala sebagian besar guru, *jadi ingat seorang anak 6 tahun dikeluarkan dari SDN karena belum bisa baca dan tulis yang membuatnya kesulitan menjawab soal test, padahal ketika ditanya secara lesan anak ini bisa menjawab dengan baik dan benar--gurunya mesti baca bukunya Marty Lyne ya--dia nggak sadar sudah menjatuhkan harga diri dan kepercayaan diri anak itu..:(

Tibalah sesi tanya jawab, yang bikin saya amaze pertanyaan-pertanyaan mahasiswa ini sangat-sangat bagus mendasar dan kritis, seperti sebetulnya mainstream kebijakan pendidikan kota ini seperti apa, atau temanya kok revitalisasi salatiga menjadi kota pendidikan berarti dulu kota ini pernah menjadi kota pendidikan dan kenapa sekarang tidak dan bagaimana menumbuhkannya lagi, bisa tidak kita bikin sekolah yang murah tapi berkualitas sehingga anak-anak miskin bisa merasakan sekolah berkualitas *saya mau jawab bisa sekali kan sudah ada SMP alternatif Qaryah Thoyyibah fasilitas internasional yang sudah mendunia dengan SPP 15rb per bulan, dan masih ada sekitar 10 pertanyaan lagi   *anak-anak yang kreatif dan menyenangkan bikin saya merasa muda lagi hehe

Oke dilanjut di tulisan kedua ya sudah jam 3 pagi, saya bikin tesis dan tugas-tugas kuliah dulu...see u



Sekolah Terakhir - Fathul Wahid

Lama nggak nemu buku kritis atau tepatnya saya lama gak liat buku buku tentang kritik sistem pendidikan. 4 tahun nggak nulis, semakin kesini...