Thanks to visit..(^.^)/..

Minggu, 10 Agustus 2014

Guru ayo semangaatt (^.^)/..

Mereka Pamer Map Accounting Trip yang barusan dibuat
Semangat Guys... (^.^)/..
Sebelumya CMIIW ya ini IMO...

Aslinya saya tidak paham dengan kurikulum 2013, maksud nya apa yang diributkan dengan kurikulum 2013. Apalagi setelah ada posting sms seorang murid yang marah marah, gurunya ngasih tugas lalu pergi, tidak ada konfirmasi juga

Sebenernya menurut saya, kalau guru paham betul apa yang harus dilakukan saat ada di kelas, tahu betul filosofi materi yang diajarkannya, dan bisa mensingkronkan dengan kebutuhan siswa dan kenyataan yang akan mereka hadapi, kurikulum apapun yang akan diterapkan oleh pemerintah, just fine

Saya pernah mengamini usulan seorang teman Bukik Setiawan, tentang bagaimana kalau kurikulum hanya sebuah pertanyaan saja, dan guru tinggal mengembangkan waaah senaang sekali, apalagi ditambah semua test juga otoritas guru, dan test saya pasti kebanyakan, bikin proyek, baca buku atau menulis essay.

Menurut saya daripada mengganti kurikulum, lebih baik revolusi guru guru ... *ups please jangan marah ya bapak ibu guru, maksud saya, diadakan uji kompetensi yang nggak hanya kuis aja tapi kalau perlu wawancara juga, untuk melihat kesungguhan dan loyalitas mereka menjadi guru, habis itu guru guru dikirim ke Finland untuk belajar disana, setiap tahun ada 500 guru yang dikirim ke Finland... uuh mimpi

Yang tidak lolos uji kompetensi, kalau sudah 55 tahun keatas, pensiun dini dan diberi pensiun full kalau yang masih dibawah 55 tahun dikasih dua pilihan pensiun atau diarahkan ke pekerjaan yang mereka sukai dan minati di pemerintahan.
Karena menurut saya bekerja karena terpaksa hasilnya akan bisa dilihat sekarang, isinya cuma keluhan dan tuntutan saja... *eeh

Menurut saya suatu negara akan berhasil dan maju, kuncinya pendidikan, nah pendidikan berhasil kuncinya adalah guru guru yang berkualitas dan loyal terhadap pekerjaannya

Mimpi saya sekarang jadi bertambah, nggak hanya mewujudkan seluruh sekolah di Indonesia minimal seperti sekolah impian saya, namun juga saya ingin bikin sekolah pendidikan guru setara S1 - S3, yang seleksi test masuknya aja udah ketat, yang memang suka dan seneng jadi guru saja yang boleh masuk, beneran suka bukan karena uang dan status saja.

2 komentar:

  1. Salam.

    "Menurut saya suatu negara akan berhasil dan maju, kuncinya pendidikan, nah pendidikan berhasil kuncinya adalah guru guru yang berkualitas dan loyal terhadap pekerjaannya".

    Guru seperti apa yang ibu maksud? Guru berkualitas umumnya menolak untuk loyal. Mungkin pada keadaan ini, fungsi guru sudah berubah sebagai porfesional yang tidak fokus lagi pada fungsinya sebagai guru, melainkan telah berubah menjadi pendidik atau pengajar. "Ada uang ada barang", kata seorang guru dengan gelar master, mewakili banyak sekali 'guru lain' yang sering saya temui.

    "Di sekolah ini, guru yang masih memiliki jiwa seorang guru tinggal 4 orang (dri sekitar 77 guru)", kata salah seorang Walas. Begitu rupalah maka sekolah itu berlangsung. Tidak mencerminkan kehadiran guru, melainkan "Bengkel. Ya, sekolah ini ibarat bengkel. Kalau bapak ibu ingin mesin putra-putri berkualitas baik tentu memerlukan biaya ya", kata seorang Wakakur, sekaligus Guru BI yang lebih sering membuat intimidasi lisan kepada murid2nya. TU dan Waka menjadi nadi sekolah, apakah seseorang di sana termasuk seorang guru profesional, ataukah seorang guru biasa. Maka begitu rupalah keadaannya . . . Biasanya saya kagum setiap kali bertemu dengan seorang guru, . . hanya sampai beberapa menit kemudian. Namun saya juga punya guru yang saya kagumi hingga saat ini, saya juga punya beberapa teman, sahabat yang bekerja sebagai seorang guru dan insya Allah saya kagumi hingga saat ini. Mereka tidak lebih dari 10 jari dari ribuan guru yang pernah saya temui. Maaf dan salam dari saya untuk para guru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. that's why tulisan ini muncul pak Charlie...
      tidak perlu minta maaf, itu juga keprihatinan saya..

      yang penting tetap Semangaaattt!!... :)

      Hapus