Selasa, 03 Mei 2016

GARA GARA IDL...\(^.^)/

Layout blog saya gak bagus ya, biar aja, belum sempet ngoprek blog nih, baru asyik seru seruan belajar Sejarah sama temen temen belajar saya

Saya dulu termasuk orang yang gak percaya digital learning dapat membantu pembelajaran, lha wong internet masi lola, dan gak semua anak pegang hape, apalagi punya laptop, namun karena dimana mana pada heboh dengan berbagai tool dan aplikasi pembelajaran, saya jadi ikutan penasaran, beneran nih bisa ?

Minggu, 10 April 2016

MANSA Historical BoardGame

Belajar Sejarah di kelas X MIPA hanya satu jam pelajaran, dengan materi yang padat, sepertinya sulit kalau cuma cerita aja, atau diskusi waktunya terlalu singkat, seminggu sekali belajar sejarah hanya 45 menit.

Oleh karena itu, terinspirasi dengan anak anak Andaliman SemiPalar, saya minta anak anak untuk berkelompok membuat boardgame sejarah, dengan topik yang berbeda, karena ada 7 topik, maka siswa saya bagi menjadi 7 kelompok.

Saya mencari berbagai contoh hostorical boardgame yang ada di internet, kemudian boardgame yang pernah saya buat walo bukan boardgame sejarah, proyek ini memakan waktu satu bulan, kebetulan anak anak banyak libur karena ujian sekolah dan ujian nasional

Jumat, 08 April 2016

Ketika Raihan minta Sekolah

Raihan 
Raihan sekarang sudah 14 tahun dan sudah waktunya untuk ikut Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket B, dan karena Raihan tidak pernah belajar akademik seperti anak sekolah, maka dia ikut Bimbel semi privat

Raihan juga rajin belajar, dan sepertinya jadi bukan hanya pingin lulus dengan nilai memuaskan, tapi lebih pada rasa penasaran karena beberapa soal latihan ujian yang belum bisa dia selesaikan. Raihan akan betah berjam jam, baca buku, searching untuk memenuhi rasa penasarannya
Raihan merasa tertantang dengan soal soal matematika yang menurutnya rumit, memang dia harus mengejar banyak hal di mata pelajaran UNPK yang sama sekali tidak pernah disentuhnya

(untuk diketahui, Raihan homeschooler sejak usia 6 tahun)

Entah saya juga tidak tahu bagaimana awalnya, Raihan tiba tiba, tanya ke saya, ibu habis ini Raihan mau sekolah ya, sekolah dimana Le, SMK SMA? SMK Raihan mau belajar komputer jaringan

Oke, kita cari SMK yang ada jurusan TKJ nya, ada banyak pilihan, dan akhirnya milih dua, satu swasta untuk cadangan (karena mihil sekali :D ) dan satunya Negeri.
Dari proses pendaftaran, melengkapi berkas, saya cuma menyediakan berkas yang saya simpan, lainnya Raihan sendiri yang urus, berangkat ke sekolahnya sendiri, mengumpulkan berkas, isi formulir, tes, bayar daftar ulang, semua Raihan sendiri

Jadi sepertinya Raihan sudah siap sekali untuk menggali dengan sungguh sungguh komputer jaringan yang ingin dia dalami, sepertinya dia sudah menemukan AHA momentnya.
Raihan sudah tahu apa yang akan dilakukannya next, sudah tahu apa yang akan dia buat nanti, dan sudah tahu jalan apa yang harus dia lalui

Fase ini sebelumnya tidak pernah saya duga, saya berpikiran, dia akan menemukannya nanti, di saat usia kuliahnya

Bismillah ya le...Semangaatt!!!

Selasa, 05 April 2016

Belajar Sejarah itu Asyik

Saat penelitian mereka di Candi Nempon, candi yang dekat dengan rumah mereka
Sekembalinya bertugas dari Bangka kemarin, saya tidak kebagian jam mengajar Ekonomi, dan karena mata pelajaran sejarah, gurunya kurang, akhirnya saya dipercaya untuk mengajar Sejarah. Waaa I love Sejarah...

Sejarah Indonesia dan Sejarah minat, Sejarah Indonesia, materinya menarik sekali, tentang penelitian sejarah dan historiografi (penulisan sejarah).

di Kelas, saya minta anak anak untuk berkumpul sesuai dengan daerah nya masing masing, kemudian desa nya masing masing, atau yang berdekatan, kemudian saya minta mereka melakukan penelitian sejarah desa mereka, tugas ini tugas kelompok, mereka sendiri yang menentukan desa anggota kelompok siapa yang akan diteliti dan ditulis sejarahnya.

Rencana besarnya sih, tulisan mereka akan saya buku kan nanti

Minggu, 14 Februari 2016

Cuma Pingin Jadi Guru

ikut kena hukuman juga ;)
Saya tidak tahu mengapa sulit memahami, keinginan simpel saya untuk jadi guru
bagi saya, belajar bersama anak anak di kelas bikin hidup lebih hidup
belajar bersama mereka, berpikir apa yang harus dilakukan di kelas, melihat reaksi mereka, mendengar keluh kesah mereka, marah mereka karena tidak suka dengan apa yang saya pinta, melihat kelit mereka kalau lagi gak pingin belajar, melihat mereka tidur di kelas, maen gadget saat belajar sama saya, melihat semua polah tingkah manusia manusia yang dibilang anak sudah nggak dan dewasa juga belum, semua itu sesuatu sekali buat saya

Tahu nggak sih karir seorang guru itu, ya guru yunior, senior atau mentor, bukan trus jadi waka atau jadi pengawas atau kepsek, trus ka dinas atau mentri sekalipun, guru ya tetap guru

Hmm saya nggak mau ngomongin soal karir sih, cuma ternyata susah ya memahami betapa seru nya jadi guru itu

Minggu, 04 Oktober 2015

Wow...MAN Insan Cendekia Bangka Tengah.. (^.^)/..


Sekolah yang saya impikan memiliki guru guru yang berdedikasi, berintegritas dan loyal kepada murid muridnya. Apa yang mereka lakukan bertujuan dan berdasar, menjadikan murid murid berperilaku baik, percaya diri, mampu melejitkan potensi dirinya. Mereka guru guru pembelajar yang terbuka dan terus berdiskusi bagaimana mengatasi permasalahan murid muridnya. Mereka guru guru yang menyenangkan, ramah, dan menyayangi murid muridnya dengan tulus. (http://untukanakbangsa.blogspot.co.id/2013/01/sekolah-yang-saya-impikan.html)

Itu yang saya lihat di sini, saya menulis impian saya tentang sekolah di 13 Januari 2013, dan subhannallah, jalan Allah itu sungguhan dari jalan yang tidak diduga, saya bertemu guru guru berdedikasi, berintegritas dan loyal disini


Selasa, 25 Agustus 2015

Tantangan yang Menyenangkan \(^.^)/...

Ini Merekaaa... :)
Hijrah itu berat, berubah itu berat
Awalnya saya sendiri nggak yakin bisa melalui semua ini atau tidak

Ini bukan keluhan tetapi semacam refleksi diri, terhadap keputusan yang saya ambil di usia yang sudah tidak muda lagi 41 tahun, sepele sih, karena ingin lebih bisa bermanfaat

Saya entah darimana datangnya, daftar di tiga lowongan guru, Mindanau dan Sabah, kemudian Sekolah Indonesia di Luar Negeri dan MAN Insan Cendekia

Mindanao dan sabah ditolak, batas usia 40 tahun, tapi saya diterima di MAN Insan Cendekia Bangka Tengah, Propinsi Bangka Belitung. Nggak pernah menyangka akan ada di Bangka, satu daerah yang sama sekali tidak ada dibayangan saya. Ragu iya, iya bangettt, membayangkan bagaimana nanti, hidupnya, penghasilan, semua yang sudah enak disini, harus saya tinggalkan ke tempat yang belum pasti 

Sekolah Terakhir - Fathul Wahid

Lama nggak nemu buku kritis atau tepatnya saya lama gak liat buku buku tentang kritik sistem pendidikan. 4 tahun nggak nulis, semakin kesini...