Senin, 26 November 2018

Ada Mengada Pengada - Prof Marsigit

Martin Heddeger 1889 - 1976
Mempertanyakan makna ADA (being) adalah proyek utama filsafat Heiddeger (Martin Heiddeger 1889 - 1976). Konsep Ada sebenarnya dijadikan bahan refleksi para filsuf selama berabad abad. Heideggerlah yang kemudian menggunakan kembali konsep tersebut di dalam filsafatnya. Tapi apa sesungguhnya arti kata Ada, apa arti pentingnya. Di dalam filsafat Heidegger, kata itu sendiri memiliki beragam makna. Menurut Heiddegger, maksud dari konsep Ada, dilihat dari ranah ontologi, yaitu penelitian tentang Ada yang merupakan dasar dari seluruh realitas, dipengaruhi ruang dan waktu, sehingga ada pun sudah berubah. 

Di dalam bukunya Being and Time, Heidegger memahami ada daris eluruh realitas yang paling dinamis dengan perkembangan dan perubahan realitas itu sendiri. Konsep ruang dan waktu sangat terkait dengan ada itu sendiri, dan yang mampu memahami dan menanyakan ada adalah manusia itu sendiri, karena manusia memiliki pikiran dan hati untuk mengolah ada. 

Konsep Ada menurut pendahulu Heidegger, yaitu Aristoteles, melibatkan dua hal dalam diri seorang yaitu kemampuan berabstraksi, memaknai tentang persamaan diantara perbedaan realitas dan kemampuan berefleksi pada diri sendiri. Pemikiran Heiddeger banyak berpijak pada pemikiran Aristoteles bahwa seluruh sejarah pemikiran manusia adalah sejarah kelupaan akan ada (forgetfulness of being).

Demikianlah cara saya memahami setiap kuliah Prof. Marsigit - saya harus mencari tahu lebih detail terlebih dahulu mengenai materi diskusi diskusinya di dalam kelas. Semakin banyak membaca, semakin banyak yang saya tidak tahu, semakin sering berdiskusi dengan beliau di kelas, semakin saya tidak paham - jadi saya harus terus mencari dan berpikir makna makna yang terkandung dalam setiap diskusi. Tidak di mata kuliah prof saja, tetapi juga saat belajar dengan dosen dosen yang lain.

Selasa, 30 Oktober 2018

Filsafat ala Prof. Marsigit

Prof. Marsigit, Selasa, 23 Oktober 2018
Satu mata kuliah yang membuat kepala panas adalah Filsafat Pendidikan, tiga kali quiz selalu dapat 0.
0 atau nulisasi adalah salah satu program pak Prof. - yang bermakna supaya kami khususnya saya, tidak jadi orang yang sombong, balik ke zero, untuk terus belajar, melihat dan merasa.

Sebenar benar filsafat adalah penjelasanmu, tapi tidak sekedar penjelasanmu, tapi harus merefer dengan pemikiran para filsuf, dari Aristoteles, Socrates, Descartes, Humm, sampai Immanuel Kant dst. Prof, diawal perkuliahan menekankan dan mengingatkan sebelum belajar filsafat dan memahami pendapat para filsuf, ingat kebenaran mutlak milik Allah, dan dasar kehidupan adalah keimanan Agama. Titik !!! -

Penjelasan yang merefer dari para filsuf dasarnya pikiran - kalau tidak berpikir bukan berfilsafat - maksudnya dasar filsafat adalah bagaimana kita berpikir, karena pikiran dan hati adalah batas filsafat.
----

Sabtu, 15 September 2018

Belajar 2 Minggu Ini

Otw Jogja nih - Seru juga ternyata naik motor tuh *.*
Another narcistic story of me  

Saya kan ambil jurusan idaman - Penelitian dan Evaluasi Pendidikan - beneran idaman - tapiiii setelah mengikuti kuliah dua minggu ini - kok terus jadi deg deg an ya - bisa nggak ya selesai 3 tahun, bisa nggak ya saya memahami mata kuliah yang saya ambil. Apalagi banyak berseliweran cerita, temen temen bahwa kebanyakan selesai kuliah minimal 5 tahun ada lagi yang 9 tahun.

2 minggu ini roaming - terus tarik napas - gak bisa ini kalau seperti ini terus terusan -

Mata kuliah yang harus diambil semester ini: statistika dan sampling, metodologi penelitian, teori pengukuran, teori generalizability, teori belajar, filsafat pendidikan, statistika lanjut, penilaian kelas, semuanyaaa hitungan - kalo buku buku referensi yang sudah sepuh sepuh dan bahasa Inggris semua sih iya - oh oke deh - tapi semuanya hitungan - dan yang suka bingung bagaimana interprestasinya - apalagi based saya bukan math.

(Memang tukang nabrak nggak pernah mikir dulu kalo mau terjun... *peace, karena yakin banget, Allah pasti selalu memberi jalan keluar - dan udah terbukti kan yang dulu dulu...)

Terus saya mulai nyusun jadwal belajar - saya sesuaikan sama jadwal matkul, kalo pas nggak kuliah saya browsing dan ulang ulang lagi matkul yang tadi di dapet - u know - handout dari dosen kan cekak aos - jadi harus cari sendiri konsep konsep dasarnya, dan trus saya catet deh semuanya - jadi untuk sekitar 15 slide, catatan saya bisa 30 halaman sampe kulit jempol mulai mengeras nih hahaha

Jumat, 14 September 2018

Saat Kurikulum 2013 baru Lahir

Sebelumnya, Alhamdulillah akhirnya saya masuk di kuota 5% Beasiswa 5000 Doktor - Alhamdulillah kuliah semester ini sudah mulai sejak 3 September 2018, dan ada satu mata kuliah Filsafat Pendidikan yang membuat saya ingin menulis disini. Matkul ini diampu Prof. Marsigit, MA, sekaligus Direktur Pasca UNY.

Sebenernya kami ditugasi untuk membaca dan komen di blog beliau, trus nilai matkul berdasarkan komen terbanyak. Tulisan di blog Prof. Marsigit lebih dari 800an dengan berbagai genre, dan bahasa - tapi seru - banyak judul tulisan yang menarik, beberapa sudah saya baca, beberapa juga hal hal yang tidak pernah terpikirkan, terutama yang berhubungan dengan pendidikan Indonesia. Beberapa juga bikin saya surprise - pemikiran kritis prof. Marsigit tentang sistem pendidikan kita, setuju pake banget pokoknya - dan yang di lapangan yang mesti terbang melewati tembok tebal (karena kalo nabrak sakit hehe).

Saya ingin menulis tentang makalah yang disampaikan beliau di seminar nasional di Univ PGRI Yogyakarta 18 Juni 2013, - Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013 - yang intinya betapa kurikulum 2013 terlalu terburu buru diterapkan, dari sudut filsafat dan psikologis, pendekatan sains untuk seluruh mata pelajaran tidak dapat dipertanggungjawabkan, belum dari sisi pedagogis, ontologis dan empiris.

Saat kurikulum 2013 mulai diterapkan, dengan keterbatasan pengetahuan saya tentang berbagai ilmu pendidikan, psikologis, pedagogis. Saya melakukannya dengan semangat - ada aura yang berbeda di sekolah - teman teman guru mulai kuatir, berpikir, deg deg an, bingung mesti melakukan apa di kelas, dengan pendekatan sains yang saya singkat SATUS (See, Ask, Try, Use dan Say) - terus kami jadi semangat belajar dan mencari tahu, metode metode apa yang bisa diterapkan yang memenuhi syarat kurikulum 2013.

Jumat, 03 Agustus 2018

Berharap 5% Kuota Beasiswa

Yaah 44 tahun, sering gagal, cuma gagal gini aja biasa...eh belum ding masih ada harapan 5%.
Kalo inget segala effort, dll dll dll buanyak banget dari ninggalin keluarga, wira wiri, duit yang tidak sedikit dll dll dll - yang berat sih sebetulnya saya udah menikmati banget kuliahnya walo baru matrikulasi
jadwal kuliah kami

dosennya baik - enak diajak diskusi - bikin saya ingin tahu lebih dan lebih, sampai sampai saya ulang berkali kali catatan matkul Statistika Lanjutnya, biar rapi n gampang dipelajari... sampai dicopy sama temen temen sekelas

Saya memang suka research ya, dan kebetulan setahun ini diamanahi jadi ketua program MANSA Research untuk anak anak kelas XI di Madrasah saya.
Segala hal kalo cuma ngomong nggak pake data kan gak bisa dipercaya - makanya saya ngincer banget jurusan ini sejak dulu -
tapi apa daya, mungkin pemberi beasiswa menganggap, kurang bermanfaat ilmu itu buat saya, lembaga dan anak anak (murid murid saya)

Pengumuman resmi blum ada sih, tapi gak menampik juga masih berharap saya ada diantara, kuota guru yang 5% itu - Aamiin.


Rabu, 18 Juli 2018

Kuliah lagi... Bismillah (^.^)/

Ini mimpi yang hampir terwujud, kenapa hampir, karena pengumuman beasiswa masih tanggal 20 Juli 2018 besok

Begitu cintanya jadi guru, saya suka ngomong ke anak anak, even saya Doktor, saya akan tetap jadi guru - waktu itu ntah mikirnya gimana, cuma memang saya selalu cari kesempatan beasiswa, dari LPDP - yang baru mau ngisi biodata udah langsung kluar alert merah - "Usia Anda sudah Melebihi Batas Maksimal" - terus Beasiswa Unggulan juga sama walo gak kluar alert - pernah ngeyel daftar ya gak ada terusannya lah - hahaha, ngirim Aminef juga pernah dan gagal

Makanya suka ngomong sama anak anak - kalo mo lanjut kuliah sekarang sekarang aja waktu masih muda - beasiswa buanyak - ayo ayooo mau ke luar negeri kesempatannya juga banyaaakkk

Senin, 18 Juni 2018

Lebaran = Silaturahim = Mengenal Leluhur dan Tetralogi Buru

Tetralogi Buru, yang Anak Semua Bangsa saya sampul -
kebiasaan kalo lagi baca buku saya nggak suka dikepoin :D
Saat ini saya sudah memasuki buku ke 2 Anak Semua Bangsa dari 4 Tetralogi Buru milik Pram, duluu bacanya pas kuliah dan potokopian pula, dapetnya juga gerilya, pas kuliah itu kurleb 20 - 25 tahun yang lalu. Alhamdulillah saat ini buku buku Pram sudah dicetak ulang dan gampang diperoleh, eeh juga buanyak buku sastra yang lain - bikin ngiler kalo ke toko buku.

Apa hubungannya sama lebaran ya hahaha
Keluarga dari ibu, kumpul lebaran dua tahun sekali, pertimbangannya, anak cucu bisa berlebaran ke keluarga pasangan di tahun yang lain. Tahun ini giliran di keluarga ibu, seperti biasa para budhe dan pakdhe akan cerita siapa leluhur kami.

Nah kami diingatkan lagi, bahwa kakek buyut kami adalah Raden Panji Adikusumo (Asisten Wedana Bunder Jombang), bin Raden Panji Djayusman Gondokusumo (Patih Mojokerto)+ R Ay Sumarsih binti RP.Ongkowidjoyo (Colleteur Lamongan), bin bin RP Sungkono Gondokusumo, bin Raden Adipati Panji TJOKRONEGORO III / R.Panji GONDOKUSUMO, Bupati Probolinggo 1831-1839, bin Raden Adipati TJOKRONEGORO II / R Panji NOTOKUSUMO(Bupati Kasepuhan Surabaya 1785-1818), bin R Panji DJAYENGRONO / Raden Panji TJOKRONEGORO (Bupati Surabaya 1758), bin Kyai ONGGOWIDJOYO / Kyai Tumenggung DJIMAT TJONDRONEGORO (Bupati Kasepuhan Surabaya 1752-1763), bin Kyai Tumenggung HONGGODJOYO (Bupati kasepuhan Surabaya), bin PANGERAN LANANG DANGIRAN / KI AGENG BRONDONG. Ini alur yang dari mbah Putri Raden Ay Liek Koessabandinah panjang yaaa - kalau mbah Putri kelahiran tahun 1920, berarti kakek buyut saya menjabat di Jombang sekitar tahun itu kan ya..

Nah yang dari mbah kakung Raden Ismoekadinoto, memiliki ayah Raden Sadikin Adiwinoto (Asisten Wedana Polisi - Surabaya) dan ibu Raden Ay Istijati putri dari Keluarga Kyai Ageng Kasan Besari (Kyai Ageng Tegalsari I, Th.1760 s/d Kanjeng Lider Raden Mas Tjokronegoro I, Bupati Ponorogo 1811-1900. Panjang yaaa..

Silsilah ini ada di Rodovid, ditulis oleh Dr. Ismoe Soekamto Suwelo, M.Sc pakdhe kami.
sumber : http://id.rodovid.org/wk/Orang:740693 ini ibu saya..

Sekolah Terakhir - Fathul Wahid

Lama nggak nemu buku kritis atau tepatnya saya lama gak liat buku buku tentang kritik sistem pendidikan. 4 tahun nggak nulis, semakin kesini...