Senin, 23 Oktober 2017

Tour saya di Sekolah Cikal TPN 2017 (3/6)

Saat Ishoma, dan para Pria ibadah sholat Jum'at, masih di tanggal yang sama (13/10) kami diajak tour keliling Sekolah Cikal Cilandak. Sekolah yang ada disini khusus TK dan SD kelas 1 - 5, untuk jenjang yang lebih tinggi tempatnya di daerah Setu, Jakarta Timur.

Uniknya saat tour ini, guide kami adalah anak anak Cikal kelas 4 dan 5, mereka ramah, menyenangkan, tulus, percaya diri dan antusias sekali dalam memberi kami informasi tentang apa saja yang mereka pelajari di Cikal, juga budaya belajarnya. Cuma dasarnya saya ya, saya ngeloyor sendiri liat sana, liat sini, foto sana, foto sini, denger sana, denger sini, nggak ikut rombongan .. :D
*jangan dicontoh

Sebelum nya saya jadi penasaran sebenarnya gimana kurikulum Cikal...
ini hasil kepo in eyang google ya..


Belajar sepanjang hayat dan selalu kontekstual, tidak hanya textbook tetapi dihubungkan dengan kondisi nyata, sehingga belajar di sekolah nyambung dengan kehidupan nyata.. (saya banget gak sih)... :D

Berubah, Mulai dari Dirimu TPN 2017 (2/6)


Pic. By. Kampus Guru Cikal
Menulisnya agak tersendat sendat, karena sampai Salatiga, Senin (16/10) jam 5 pagi naik kereta, terus jam 7 pagi udah ngajar sampai jam 16.00 sore, Selasa (17/10) juga, nah Rabu pagi  (18/10) setelah ngajar jam ke 0,  nyetir ke Jogja nganter anak anak saya ikut Olimpiade Ekonomi Syariah NASEC di FEB UGM 18 - 21 Oktober 2017

Setelah tidur seharian kemarin, pagi ini badan saya udah seger, sambil nunggu anak anak siap berangkat bertanding, lanjutin nulis deh... (20/10)
-------
Ada sebuah puisi yang ditunjukkan ke saya oleh seorang teman 8 tahun yang lalu

Ketika aku masih muda dan bebas
Dan imajinasiku pun tanpa batas,
aku bermimpi mengubah dunia

Ketika aku bertambah tua dan bijaksana,
Aku menyadari bahwa dunia tak dapat kuubah,
Maka cita-citaku kupersempit
Dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku

Namun tampaknya itupun tak berhasil
Ketika usia senja mulai kujelang,
Lewat upaya terakhir yang penuh keputusasaan,
Kuputuskan untuk hanya mengubah keluargaku,
Karena mereka orang-orang yang paling dekat denganku

Namun sayangnya,
Mereka pun tak kunjung berubah
Dan sekarang,
Ketika aku berbaring menjelang kematianku,
Tiba-tiba kusadari

Jika pertama-tama
Yang kuubah adalah diriku sendiri,
Maka teladan yang kuberikan
Mungkin dapat mengubah keluargaku

Dan mungkin inspirasi dan dorongan mereka
Membuat negeriku menjadi lebih baik
Dan siapa tahu,
Pada waktu itu aku telah mengubah dunia

(taken from the Anglican Bishop's Tomb at Westminster Abbey, 1100 AD)

Terus apakah sekarang sudah berubah? yang jelas kalau saya sih udah masuk jaman Jahiliyah 4... 

Selasa, 17 Oktober 2017

1000 Guru se Indonesia di TPN 2017 (1/6)


I don't take coffee, I take tea, my dear
I like my toast done on one side
And you can hear it in my accent when I talk
I'm an Englishman in New York
See me walking down Fifth Avenue
A walking cane here at my side
I take it everywhere I walk
I'm an Englishman in New York
Oh, I'm an alien, I'm a legal alien
I'm an Englishman in New York
Oh, I'm an alien, I'm a legal alien
I'm an Englishman in New York
If "manners maketh man" as someone said
He's the hero of the day
It takes a man to suffer ignorance and smile
Be yourself no matter what they say
Itu yang saya rasakan 8 tahun ini, sampai akhirnya dipertemukan oleh guru guru "senasib", guru guru pejuang kemerdekaan belajar, guru yang mau dan ingin terus belajar dari siapa saja, dari mana saja, dan belajar apa saja untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pembelajaran di kelasnya. Tulus, tanpa tendensi jadi yang terpintar dari yang lain, tanpa iming iming uang, sertifikat apalagi kenaikan pangkat. Yang sebagian orang justru melihatnya sebagai orang yang aneh dan gila. *sedih ya.. :(

Kamis, 11 Mei 2017

Kantor Tempo Tematik Kartini

Memasuki Kantor Tempo, pengunjung disuguhi pemandangan indah tentang kartini, Munir, Tan Malaka, Goenawan Mohamad. Kantor yang kreatif, semarak, segar cerah ceria warnanya, kata kata yang menohok nasionalisme

Menulis itu harus jujur, dan tidak memihak
Di depan pintu lift sudah tidak lagi dinding kosong, namun lukisan besar yang mengingatkan, yang memandangnya, bahwa Indonesia diperjuangkan sedemikiannya sehingga menjadi seperti sekarang

Anak muda, apa yang sudah kau lakukan untuk Indonesia tercinta?
kita memang kartini, abaikan kepala nyempil itu ya

Video Blog - Eno Bening *5/5*

Beda Vlog dengan video yang diunggah di youtube adalah kalau Vlog ada interaksi antara pembuat vlog dengan penontonnya

contohnya ini https://youtu.be/hleGfkjmTb8 video Eno Bening tentang bagaimana dia menjelaskan para youtuber atau Youtube Content Partner supaya banyak viewer

Kelas berikutnya yang saya ikuti agak unik, tentang video blog, narasumbernya juga anak muda banget Eno Bening, kreatif, gilak, merdeka yang sudah jadi vlog ger sejak tahun 2009, kumpulan vlog yang sudah diunggahnya ada disini semua https://www.youtube.com/channel/UCzK7WRnkii9PI3S2EMLUAZg

Eno menjelaskan ke kami apa beda video blog dengan yang bukan, terus bagaimana membuat vlog di youtube, juga berbagai jenis Vlog

Menulis Opini Layak Terbit Tempo *4/5*

menulis Opini bersama Daru Priambodo
Foto: Tempo Institute
Kelas yang ketiga yang saya ikuti di hari kedua 6 Mei 2017, adalah menulis Opini oleh pak Daru Priambodo - wartawan senior Tempo

saya mengikuti kelas ini karena selama ini suka nulis di blog, tapi belum tahu bagaimana menulis opini yang benar dan santun

Beda opini dengan berita adalah, opini bukan berita, tapi berita bisa jadi opini, sedang persamaannya keduanya dibuat berdasarkan fakta, peristiwa, data dan aktualitas

fakta tidak bisa berdiri sendiri dalam sebuah pemberitaan. Hal ini dikarenakan ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Pertanyaan pertanyaan tersebut sulit dijawab secara faktual karena si jurnalis tidak melihat sendiri proses kejdidan tersebut. Di sinilah opini diperlukan untuk membantu fakta yang belum lengkap tersebut. Opini  yang biasa didapatkan dari para sumber di sekitar lokasi kejadian ini tentu tidak mewakili keseluruhan kebenaran. Tetapi paling tidak opini-opini tersebut dapat memberikan tambahan gambaran peristiwa pada pembaca karena keterbatasan penggalian fakta. Sumber:http://tempo-institute.org/fakta-dan-opini-jurnalistik/ 
Fungsi opini adalah menjelaskan masalah, karena semua fakta belum tentu dipahami khalayak, kedua menafsirkan atau memberi konteks sosial, ketiga menganalisis dan menawarkan solusi

Kenapa Susah Menulis - Goenawan Mohamad *3/5*

Hari pertama Festival Menulis Tempo Institute, 5 Mei 2017, saya surprise ada Goenawan Mohamad di sesi akhir lepas Ashar.
Goenawan Mohamad adalah mantan Founder dan Pemred Majalah Tempo yang pernah di bredel di era Suharto.

kirain ada seremoni atau gimana, trus kursi pertama kosong diisi orang penting, like usual, eh nggak lho, kursi terdepan untuk kita. Kru tempo include Pemred ada yang berdiri karena kursi penuh.

* Pak GM berbicara tentang kenapa susah menulis, karena kebiasaan membaca kita urutan 60 dari seluruh dunia, dan minat baca kita 1 dibanding 1000 orang, yang sungguh serius memiliki minat baca, membaca buku rata rata satu dalam satu tahun.

Ternyata krisis ini belum berubah signifikan, tragedi nol buku (Taufik Ismail) masih menghantui bangsa ini ya... :(

**Trus main kutip saja tanpa diskusi tentang kutipan itu terus dishare kemana mana, yang pada akhirnya berbagai polemik timbul, dan orang meyakini pendapat yang menurut dia nyaman untuknya. hehehe


Sekolah Terakhir - Fathul Wahid

Lama nggak nemu buku kritis atau tepatnya saya lama gak liat buku buku tentang kritik sistem pendidikan. 4 tahun nggak nulis, semakin kesini...