Sering dengar ya cerita, anak dusun berhasil menembus beasiswa ke Eropa, atau anak dusun jadi pengusaha, atau anak seorang tukang becak lulus cumlaude dan masih banyak lagi, tapi melihat sendiri baru sekarang
80% murid murid saya menengah kebawah dengan nilai akademik dibawah rata rata, jadi untuk melanjutkan kuliah biasanya tinggal mimpi, namun dua tahun belakangan ini kemudahan yang diberikan pemerintah dengan beasiswa bidik misi membuat murid murid saya punya harapan, walau tetap saja dari 300 lulusan hanya belasan saja yang lolos masuk PTN negeri dan meperoleh beasiswa ini.
Sebenarnya semua itu bisa dipupus dengan kemampuan, dan kerja keras, seperti kisah satu murid saya ini. :
Dalam firman-Nya Allah berkata ‘’ud’uni astajib lakum’’ yang artinya berdoalah kamu sekalian niscahya Aku (Allah akan mengabulkan). Sebagai pelajar Islam janganlah takut bermimpi, berusaha, selalu berdoa, dan ber tawakkalah kepada Allah, insyallah kita bisa. Kekuatan doa sangat luar biasa karena “ad-dua’ silahul mu’min’ doa adalah senjata bagi orang yang beriman, demikian pesan Muhammad Hasanudin, salah satu alumni MAN Salatiga yang berhasil memperoleh beasiswa S1 Fakultas Syariah Islamiyah Al Azhar University Kairo.
Anak dusun Dusun Nglelo, Batur, Getasan, yang lahir di Semarang, 31 Agustus 1993 ini, lulusan SD Kristen Karmel 01 Ngaduman, kemudian melanjutkan sekolah di MTs NU salatiga, dan setelahnya mengambil jurusan Ilmu Agama di MAN Salatiga. Saat di MAN prestasi Hasan tidak menonjol, dia juga sempat kehilangan ghiroh saat menuntut ilmu di STAIN Salatiga, hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil cuti, untuk belajar di beberapa pondok pesantren hingga memberanikan diri mendaftar beasiswa ke Al Azhar Kairo Mesir. Satu mimpi besarnya sejak duduk di Madrasah Tsanawiyah.