Senin, 10 September 2012

Dihargai atau tidak, sudah tidak penting lagi....:)

Peraturan pemerintah tentang kewajiban mengajar 24 jam membuat posisi guru dengan jumlah jam mengajar sedikit dan jumlah guru berlebih menjadi kesulitan.

Kewajiban ini apalagi kalau bukan ujung ujungnya duit, artinya guru yang tidak dapat memenuhi 24 jam dia tidak berhak atas tunjangan sertifikasi satu kali gaji, dan dengan kata lain tidak berhak disebut guru professional.

Di sekolah saya ada 6 guru ekonomi dengan jumlah jam mengajar 62 jam per minggu, jadi jika dibagi rata ke 6 orang, setiap guru tidak bisa mengajar sesuai aturan 24 jam. Itulah mengapa sejak tiga tahun yang lalu saya memutuskan mundur untuk mencari jam di sekolah lain, hingga saya harus mengajar 3 sekolah, ujung ujungnya memang duit, tapi selama 3 tahun ini nikmatnya bagi saya bukan sekedar uang namun, tantangan mengajar di tiga sekolah dengan karakter budaya sekolah yang berbeda, juga karakter siswa siswanya.

Tahun ini ada peraturan baru bahwa orang orang seperti saya, tidak boleh mengajar di sekolah selain dibawah Kemenag, tidak boleh di sekolah diknas, juga di SMK

Pemenuhan jam mengajar 24 ini, sangat berdampak besar pada siswa, anak anak dikorbankan harus belajar dengan guru guru yang tidak sesuai dengan kompetensinya, seperti misalnya guru ekonomi harus mengajar bahasa jawa, sejarah, sosiologi, administrasi farmasi

Dua hari yang lalu, saya mendapat kabar, tidak peduli pangkat, tidak peduli prestasi, tidak peduli pengalaman mengajar, semua harus siap menanggung konsekuensi untuk mundur karena sekolah sudah kelebihan guru

Duh saya cuma pingin bareng anak anak, ada di tengah mereka, belajar bareng mereka, kita udah terlanjur sehati--ternyata tidak semudah seperti yang saya bayangkan ya, padahal simpel sekali kan...

Dalam perenungan, antara syok, marah, sebel, akhirnya ada satu hal yang saya lupakan, gampang diucap, belum tentu gampang juga dilakukan

Lakukan yang terbaik hanya karena Allah, bukan pujian dari manusia, bukan penghargaan, bukan apapun, hanya karena Allah, jadi dihargai atau tidak, sudah tidak penting lagi.
Enak sekali ketika menyadari hal ini, hadapi semua dengan senyum sepenuh hati, Allah Maha Tahu yang terbaik buat saya.

Semangaattt!!...(^.^)/..

2 komentar:

  1. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    jujur dalam segala hal tidak akan mengubah duniamu menjadi buruk ,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus
  2. Ada saatnya kita menuai apa yang kita tanam, Tuhan tahu saat yang tepat.

    BalasHapus

Menjadi Instruktur

Pengalaman berikutnya sejak pandemi tepatnya mulai 13 Oktober 2020, saya diajak mas Aye - menjadi instruktur pengajar praktik guru penggerak...