Minggu, 03 November 2013

Project Based Learning SMK Farmasi :)

Teman teman saya meminta anak anak untuk membuat proyek mengenai pelestarian budaya Indonesia atau pencegahan dampak negatif budaya asing di kalangan anak muda Indonesia

Saya beri kebebasan mereka mengenai cara dan metodenya, ada dua kelompok yang menggunakan socmed sebagai media

yang pertama kelompok yang ingin melestarikan dan mencegah punahnya bahasa daerah https://www.facebook.com/pages/Berbagi-Bahasa/216477615190373 kelompok berikutnya ingin mengkampanyekan mengenai kerajinan asli daerah yang patut dipertahankan https://www.facebook.com/pages/Pecinta-Karya-Bangsa-Indonesia/180523378807583
terus juga yang ini https://www.facebook.com/kamiorangjawa?ref=notif&notif_t=fbpage_fan_invite

 
Mohon bantuan teman teman untuk menyebarluaskan dan like fanpage tersebut diatas ya
Juga tolong diberi masukkan untuk anak anak itu.. , terimakasih :)

Sabtu, 02 November 2013

Entahlah ...

Saya menikmati ini sebagi proses kehidupan yang mesti saya jalani
Semangat mana itu semangat?? Entahlah


Saya jadi ingat tentang cerita orang Jepang dengan kata kata ganbatte kudasai, karena mereka sudah merasa berbuat yang terbaik dan bekerja keras, kata kata ganbatte ini akhirnya membuat mereka lelah

Jumat, 01 November 2013

Andai saya seorang MURID

Jam 4.30 pagi sudah mandi dan sholat subuh, siap siap sarapan (kalau sarapannya sudah disiapkan ibu)--kalau belum pergi sekolah tanpa sarapan

Begitukah? tidak, saya bangun jam 6 pagi, mandi, sholat kilat, dan pergi tanpa sarapan


Sesampainya di sekolah, siap siap diperiksa kelengkapan sepatu hitam, ikat pinggang, seragam, dasi, topi --dan yang pasti jangan sampai terlambat masuk kelas

Jam pertama di mulai, guru yang lemah gemulai masuk kelas, berdoa dan memberi salam, pelajaran pertama ceramah tentang ragam budaya, jam kedua pindah ruang untuk pelajaran tata busana dan otomotif, jam berikutnya matematika membahas matrik, setelahnya akuntansi membahas jurnal khusus, selama dari jam 7 - 10, 10.15 - 12.00, 12.15 - 14.15--
7 jam saya duduk, mencatat, memperhatikan guru, mengerjakan tugas, mengerjakan ulangan, berdiskusi, maju ke depan.

Rabu, 23 Oktober 2013

Bagaimana Metode Pengajaran Radikal Bisa Membebaskan Generasi Anak Jenius - 4/4



www.latintimes.com

Juárez Correa menghabiskan malam-malamnya menonton video-video pendidikan. Dia membaca banyak polemik yang dibuat oleh seorang kartunis Meksiko yang bernama Eduardo del Río (dikenal dengan nama Rius) yang berpendapat bahwa anak-anak harus dibebaskan untuk mengeksplorasi apapun yang mereka mau. Juárez Correa juga dibuat terkesan oleh Mitra yang membicarakan tentang membiarkan anak-anak “berkelana di dunia ide”. Juárez Correa mulai mengadakan kegiatan debat rutin di kelas, dan dia tidak malu mengangkat topik-topik kontroversial.

Bagaimana Metode Pengajaran Radikal Bisa Membebaskan Generasi Anak Jenius - 3/4



http://goo.gl/fPtL0m

Suatu hari Juárez Correa menuliskan di papan tulis “1 = 1,00.” Biasanya, pada poin ini, dia akan mulai menjelaskan konsep bilangan pecahan dan bilangan desimal. Namun kali ini dia hanya menuliskan “½ = ?” and “¼ = ?”
“Coba pikirkan sebentar,” katanya, dan berjalan keluar dari kelas.
Ketika anak-anak menggerutu, Juárez Correa pergi ke kafetaria sekolah, tempat anak-anak membeli sarapan dan makan siang untuk mendapatkan uang kembalian dalam nominal kecil. Dia meminjam sekitar 10 peso dalam bentuk uang koin, berharga sekitar 75 sen, dan berjalan kembali ke kelasnya, lalu membagikan satu koin senilai satu peso ke tiap meja. Dia memperhatikan bahwa Paloma telah menulis 0,50 dan 0,25 di selembar kertas. 

Bagaimana Metode Pengajaran Radikal Bisa Membebaskan Generasi Anak Jenius - 2/4



www.ourprg.com

Tahun 1999, Sugata Mitra merupakan kepala ilmuwan di sebuah perusahaan di New Delhi yang melatih para pengembang piranti lunak (software). Kantornya berada di ujung sebuah kampung kumuh, dan pada suatu hari, dia memutuskan menempatkan sebuah komputer di sebuah celah di dinding yang memisahkan bangunan kantornya dengan kampung kumuh tersebut. 

Bagaimana Metode Pengajaran Radikal Bisa Membebaskan Generasi Anak Jenius - 1/4


Saya meminta seorang teman sariorange@gmail.com untuk menerjemahkan artikel yang berharga ini, supaya lebih banyak teman guru yang bisa terinspirasi oleh tulisan ini. Karena ada sekitar 17 halaman, maka saya bagi tulisan ini menjadi 4 seri. Mudah mudahan terinspirasi ya, untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik eh untuk belajar yang lebih seru.. Semangaatt!!..^.^/
-------------------------------------------------------------------

Judul Asli : How a Radical New Teaching Method Could Unleash a Generation of Geniuses
Sumber    : http://www.wired.com/business/2013/10/free-thinkers/

Joshua Davis / 10.15.13 / 6:30 AM
These students in Matamoros, Mexico, didn’t have reliable Internet access, steady electricity, or much hope—until a radical new teaching method unlocked their potential. photo by. Peter Yang


Sekolah Terakhir - Fathul Wahid

Lama nggak nemu buku kritis atau tepatnya saya lama gak liat buku buku tentang kritik sistem pendidikan. 4 tahun nggak nulis, semakin kesini...